Kopi Pahit Tanpa Gula Kian Digemari, Dinkes Pacitan Ungkap Alasan di Balik Tren Sehat Ini
"Konsumsi kopi tetap harus dilakukan secara bijak. Kandungan kafein dalam kopi dapat memberikan manfaat, seperti membantu meningkatkan konsentrasi dan mengurangi rasa kantuk"

Pacitan, JBM.co.id– Secangkir kopi pahit tanpa gula yang dahulu identik dengan selera kalangan tertentu, kini semakin akrab di tangan berbagai lapisan masyarakat. Dari kalangan pekerja, pelajar, hingga pecinta gaya hidup sehat, minuman beraroma khas ini perlahan menjelma menjadi tren yang terus berkembang.
Fenomena tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan selera, tetapi juga meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Banyak orang mulai mengurangi konsumsi gula tambahan dan beralih menikmati cita rasa kopi yang lebih alami.
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menjelaskan bahwa kopi pahit tanpa gula dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan kopi yang dicampur gula berlebihan. Menurutnya, mengurangi asupan gula merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh dan menekan risiko berbagai penyakit tidak menular.
“Pada dasarnya, yang perlu diperhatikan adalah jumlah gula yang dikonsumsi setiap hari. Ketika masyarakat mulai terbiasa menikmati kopi tanpa tambahan gula, hal tersebut dapat membantu mengurangi asupan gula harian,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Meski demikian, dr. Daru mengingatkan bahwa konsumsi kopi tetap harus dilakukan secara bijak. Kandungan kafein dalam kopi dapat memberikan manfaat, seperti membantu meningkatkan konsentrasi dan mengurangi rasa kantuk. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, kopi juga berpotensi menimbulkan gangguan tidur, jantung berdebar, hingga keluhan lambung pada sebagian orang.
Di tengah maraknya tren hidup sehat, secangkir kopi pahit tanpa gula kini tidak lagi sekadar menjadi minuman pengusir kantuk. Bagi banyak orang, kopi telah menjadi simbol perubahan gaya hidup yang lebih sadar akan kesehatan, tanpa harus menghilangkan kenikmatan dari setiap tegukan.
Dengan semakin meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya membatasi konsumsi gula, tren kopi pahit tanpa gula diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat di berbagai daerah, termasuk di Pacitan.(Red/yun).




