Jejak Senyap Pencuri Elpiji di Pacitan, Dari Pancer Door hingga Permukiman Warga
"Rentetan kejadian ini kini mulai mengarah pada dugaan adanya sindikat terorganisir yang beroperasi secara senyap namun konsisten"

Pacitan, JBM.co.id-Pacitan kembali digelisahkan oleh maraknya aksi pencurian tabung gas elpiji yang terjadi di sejumlah titik, mulai dari kawasan wisata hingga lingkungan permukiman warga. Rentetan kejadian ini kini mulai mengarah pada dugaan adanya sindikat terorganisir yang beroperasi secara senyap namun konsisten.
Peristiwa terbaru di kawasan wisata Pantai Pancer Door menjadi pintu awal terbukanya rangkaian kasus serupa. Aksi pencurian tersebut bukanlah kejadian tunggal. Dalam beberapa waktu terakhir, laporan kehilangan tabung gas juga mencuat dari berbagai lokasi lain, termasuk di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kucur.
Fenomena ini semakin menguat setelah sejumlah warga dan pejabat daerah turut mengungkap pengalaman serupa. Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Prayitno, menuturkan bahwa aksi pencurian juga terjadi di lingkungan tempat tinggalnya, tepatnya di kawasan Perumahan Asabri Barean, Ploso. Ia menyebut, sebuah warung milik tetangganya menjadi sasaran pelaku yang membobol dan membawa kabur tabung gas.
“Ya, tetangga saya jualan warung diseberang lahan kosong pengembang perumnas Asabri Barean Ploso juga pernah dibobol tabung gasnya,” kata Prayitno, Jumat (24/4/2026).
Keterangan senada disampaikan Kabag Pemerintahan dan Kerjasama Setda Pacitan, Hesti Suteki. Ia mengungkapkan bahwa kejadian serupa juga menimpa warung di depan rumahnya di Kelurahan Pucangsewu. Aksi tersebut menambah panjang daftar lokasi yang menjadi target para pelaku.
Sementara itu, John Vera Tampubolon, pemilik warung kopi di kawasan Pancer Door, juga mengaku pernah mengalami kejadian yang sama. Warungnya sempat disatroni orang tak dikenal, dan tabung gas miliknya turut digondol.
Rangkaian kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Pola yang berulang di berbagai lokasi mengindikasikan bahwa pelaku tidak bekerja secara acak, melainkan memiliki pola dan kemungkinan jaringan yang terorganisir.
Kini, masyarakat berharap aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap dalang di balik maraknya pencurian tabung elpiji. Di tengah meningkatnya kebutuhan dan tekanan ekonomi, keamanan usaha kecil seperti warung menjadi hal yang semakin krusial untuk dijaga.
Kasus ini bukan sekadar kehilangan barang, tetapi juga cerminan keresahan warga yang membutuhkan rasa aman di ruang hiduYa tetangga saya jualan warung diseberang lahan kosong pengembang perumnas Asabri Barean Ploso juga pernah dibobol tabung gasnyap mereka sendiri.(Red/yun).




