Danau Yeh Malet Bangkit Setelah Puluhan Tahun, Persembahyangan Pemarisuda Bumi di Karangasem

Jbm.co.id-KARANGASEM | Danau Taman Sri Yeh Malet di Desa Antiga Kelod, Kabupaten Karangasem, kini kembali lestari setelah melalui proses normalisasi dan pemulihan lingkungan yang berlangsung sejak awal tahun 2026.
Kebangkitan danau tersebut ditandai dengan pelaksanaan persembahyangan Pemarisuda Bumi sebagai simbol penyucian secara niskala sekaligus ungkapan syukur masyarakat.
Prosesi sakral diawali dengan tabur bunga dan Pakelem di atas permukaan Danau Yeh Malet.
Kegiatan tersebut dihadiri Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.M., bersama aparat desa, unsur kecamatan, perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, serta Putra Mahkota Puri Agung Klungkung, Djokorda Semara Wesesa.
Ketua Forum Danau Nusantara, Prof. Ni Luh Kartini menjelaskan bahwa rangkaian upacara adat meliputi Ngaturang Pekelem, Gurupiduka, hingga pecaruan dilaksanakan dengan penuh khidmat sebagai penutup proses pemulihan danau.
“Upacara ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian pemulihan yang telah berlangsung sejak awal tahun,” terangnya.
Ia mengungkapkan, Danau Yeh Malet sempat mengalami mati suri selama puluhan tahun.
Pada periode 1965 hingga 1983, danau masih berfungsi normal dan menjadi sumber air masyarakat. Namun sejak 1983 hingga 2025, kondisi danau terus memburuk akibat sedimentasi dan pertumbuhan gulma yang sangat masif.
Untuk mengembalikan fungsi danau, Prof. Luh Kartini bersama Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hafi Saputra memimpin kerja bakti besar-besaran melibatkan TNI, masyarakat, serta Balai Wilayah Sungai. Proses pembersihan dilakukan secara intensif hingga April 2026.
“Secara sekala, danau kini telah bersih dan kembali berfungsi. Secara niskala, upacara melaspas alit dilaksanakan pada 12 Mei 2026, dilanjutkan puncak upacara mendak toya dan mesuda buana pada 16 Mei 2026 ini,” tambahnya.
Prof. Luh Kartini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung normalisasi Danau Yeh Malet, termasuk Pemerintah Provinsi Bali dan Gubernur Bali Wayan Koster.
“Ini merupakan kebahagian, saya sebagai ketua Forum Danau Nusantara. Tentunya butuh komunikasi, kolaborasi, dari seluruh pihak sehingga Danau ini hari ini sudah kembali kewujud Danau sebagai sumber air masyarakat Karangasem,” paparnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Danrem 163/Wira Satya, Dandim Karangasem, Pemerintah Kabupaten Karangasem, Balai Wilayah Sungai, Pemprov Bali, hingga masyarakat Desa Antiga Kelod yang turun langsung dalam proses normalisasi.
Selain Danau Yeh Malet, Prof. Kartini menegaskan masih ada empat danau lain yang membutuhkan dukungan pengerukan akibat sedimentasi. Salah satunya Danau Buliyan yang mengalami penyusutan kedalaman cukup signifikan.
“Danau seperti Buliyan mengalami pendangkalan dari 140 meter sekarang tinggal 80 meter,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan pemulihan Danau Yeh Malet diharapkan menjadi contoh bagi danau lain di Bali. Penataan kawasan sempadan danau hingga radius 50 meter juga dinilai penting untuk menjaga kelestarian sumber air dan keseimbangan lingkungan.
Sementara itu, Asisten III Pemerintah Provinsi Bali, Wayan Sariana, mewakili Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan dana punia kepada pengempon Danau Yeh Malet.
Ia menyampaikan pesan Gubernur Koster yang mengapresiasi seluruh pihak atas keberhasilan normalisasi danau tersebut.
“Disamping itu, air merupakan kebutuhan utama wajib dijaga, apalagi hari ini sudah dilaksanakan upacara pembersihan dan penyucian Danau Yeh Malet,” ujarnya.
Pihak Danrem 163/Wira Satya juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan dan fungsi Danau Yeh Malet setelah proses normalisasi selesai dilakukan. Danau tersebut bahkan dinilai memiliki potensi sebagai objek wisata berbasis lingkungan dan budaya.
Warga dan panitia berharap pemulihan Danau Yeh Malet secara sekala dan niskala mampu menjaga keseimbangan alam serta membawa kerahayuan bagi masyarakat sekitar.
“Dari lumpur dan gulma yang menutup, Yeh Malet kini kembali jernih. Harmoni antara kerja nyata dan doa menjadi kunci,” pungkasnya. (red).




