Lubang Jalan Kian Menganga, Warga Nilai Tambalan CPHMA di Gatot Subroto Pacitan Tak Bertahan Lama
"Hingga memasuki pekan kedua Ramadan, belum terlihat adanya penanganan lanjutan di lokasi tersebut"

Pacitan,JBM.co.id-Kondisi memprihatinkan kembali terlihat di sepanjang Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Pacitan, tepatnya mulai perempatan Mbah Dewo hingga perempatan Cuik. Jalan berlubang yang sebelumnya sempat diperbaiki, kini justru kembali menganga dan jumlahnya semakin bertambah.
Pantauan di lapangan menunjukkan lubang-lubang jalan tidak lagi terpusat di satu titik, melainkan tersebar secara sporadis di sejumlah ruas. Kedalamannya pun bervariasi, membuat pengendara harus ekstra waspada saat melintas, terlebih pada malam hari atau ketika hujan turun.
Sebelumnya, pihak PPK 2.4 Jatim telah melakukan penambalan menggunakan metode CPHMA (Cold Paving Hot Mix Asphalt). Namun, perbaikan tersebut rupanya tak bertahan lama. Dalam hitungan hari, tambalan kembali rusak dan lubang kembali terbuka, bahkan kini tampak semakin meluas.
Hingga memasuki pekan kedua Ramadan, belum terlihat adanya penanganan lanjutan di lokasi tersebut. Kondisi ini memicu keluhan dari para pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur utama tersebut.
“Gombal opo mas. Aku lewat kene bendino lubang jalan malah semakin banyak. Bahaya temenan mas. Iso nibakno uwong ki,” ujar Jarno, salah seorang pengendara, Selasa (3/3/2026). Ia mengaku khawatir kondisi jalan yang rusak dapat memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
Jalan Gatot Subroto sendiri merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan sejumlah kawasan di Pacitan. Selain menjadi jalur mobilitas warga, ruas ini juga dilalui kendaraan logistik dan angkutan umum. Kerusakan yang tak kunjung tertangani dikhawatirkan berdampak pada keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan penanganan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang cepat rusak. Terlebih di momentum Ramadan, ketika mobilitas masyarakat cenderung meningkat, kondisi jalan yang aman dan layak menjadi kebutuhan mendesak.
Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, lubang-lubang tersebut berpotensi semakin melebar dan memperparah kerusakan struktur jalan. Masyarakat pun menanti langkah konkret pemerintah agar persoalan klasik ini tak terus berulang setiap musim penghujan.(Red/yun).



