Nuanu Creative City Satukan Chef Dunia Perkenalkan Sutala Culinary District untuk Masa Depan Kuliner Bali

Jbm.co.id-TABANAN | Bali terus memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, termasuk melalui sektor kuliner yang berkembang pesat. Pengakuan global sebagai destinasi terbaik dunia oleh TripAdvisor semakin meningkatkan visibilitas internasional Pulau Dewata dan mendorong pertumbuhan industri gastronomi yang lebih matang dan profesional.
Menjawab dinamika tersebut, Nuanu Creative City menghadirkan forum strategis bertajuk Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders. Forum satu hari ini mempertemukan chef, pemilik restoran, operator hospitality, investor, hingga pemangku kepentingan industri untuk membahas masa depan kuliner Bali secara berkelanjutan dan terstruktur.
Forum Strategis untuk Fondasi Industri yang Lebih Kuat
Diskusi dalam forum menyoroti sejumlah isu krusial, mulai dari regulasi yang jelas, ketahanan operasional, model investasi jangka panjang, hingga strategi memposisikan kuliner Indonesia lebih percaya diri di panggung global.
Acara ini didukung oleh berbagai mitra industri, antara lain Putra Surya Internusa, Chalista Mandiri Energy, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Gagas Energi Indonesia, PT Hatten Bali Tbk, serta RIEDEL The Wine Glass Company.
Forum ini turut mendapat dukungan dari Bali Tourism & Investment Chamber (BTIC), Bali Restaurant & Café Association (BRCA), dan Bali HoreCa Club (BHC) sebagai bentuk kolaborasi kolektif memperkuat tata kelola industri.
Perkenalkan Sutala, Distrik Kuliner Masa Depan
Momentum penting dalam forum ini adalah pengenalan resmi Sutala, distrik kuliner yang akan hadir di kawasan pengembangan Nuanu Creative City seluas 44 hektare. Sutala dirancang bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan sebagai ekosistem gastronomi yang mendorong inovasi, kolaborasi, dan pengembangan jangka panjang.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, dalam pidato utamanya menegaskan pentingnya dialog sebelum pembangunan. “Yang paling penting hari ini adalah menghadirkan orang-orang yang tepat dalam satu ruang,” kata Lev.
Mereka yang benar-benar membangun lanskap kuliner Bali dan Indonesia dapat berbicara terbuka tentang apa yang berjalan baik dan apa yang masih perlu dibenahi. “Kami ingin Bali dan Nuanu tumbuh sebagai destinasi kuliner yang diperhitungkan. Karena itu, memulai dengan belajar dan mendengar terasa sebagai langkah yang paling tepat, jika kita ingin menemukan yang terbaik dari Indonesia sekaligus menghadirkan yang terbaik dari dunia, maka berdialog bersama para pemimpin hari ini adalah strategi yang relevan,” ungkapnya.
Jaga Identitas Lokal Ditengah Arus Global
Salah satu fokus utama pembahasan adalah menjaga identitas kuliner lokal Bali di tengah derasnya ekspansi konsep internasional. Para pembicara menekankan bahwa kekuatan Bali terletak pada bahan baku lokal, teknik tradisional, serta budaya makan yang mengakar kuat.
Chef Wayan Kresna Yasa, pemilik HOME by Chef Wayan dan Chef Patron KAUM membagikan pandangannya, bahwa masa depan gastronomi Bali bergantung pada kemampuan sendiri untuk berinovasi tanpa kehilangan akar budaya Bali.
“Kita harus berinvestasi bukan hanya pada konsep-konsep baru, tetapi juga dalam menjaga pengetahuan, bahan, dan tradisi yang mendefinisikan kita,” ujarnya.
“Sebagai chef Bali, saya berterima kasih kepada Nuanu karena telah menciptakan platform di mana para pelaku di lapangan dapat berkumpul dan turut membentuk realitas industri kita,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari CEO PT Putra Surya Internusa, Faye Louise, yang menyampaikan Nuanu Creative City menunjukkan bahwa masa depan pariwisata Bali melampaui sekadar hiburan.
“Dengan memprioritaskan dialog sebelum infrastruktur, serta membangun ekosistem sebelum ekspansi, Nuanu turut membentuk lanskap kuliner yang modern, kompetitif, dan relevan secara global. Kami bangga dapat mendukung visi ini melalui solusi hospitality yang menyeluruh,” terangnya.
Sementara itu, Maisalina, Director of Operations and Commercial di PGN-Gagas Energi, menambahkan forum ini mencerminkan cara berpikir jangka panjang. “Nuanu Creative City tidak hanya berinvestasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat fondasi industri kuliner Bali, memastikan pertumbuhannya berlangsung secara terstruktur, berkelanjutan, dan tetap berakar secara lokal,” paparnya.
Bali Menuju Pusat Gastronomi Global
Melalui forum ini dan pengenalan Sutala, Nuanu Creative City menegaskan ambisinya untuk berkontribusi pada evolusi Bali sebagai pusat gastronomi yang dihormati secara global.
Ditengah meningkatnya ekspektasi pasar dan persaingan industri yang semakin ketat, dialog, kolaborasi, serta profesionalisme menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan kuliner Bali yang berintegritas dan berdaya saing dunia. (red).



