Ramadhan Minim Sampah, DLH Pacitan Ajak Warga Wujudkan Ibadah Berkah dan Ramah Lingkungan
"Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Jangan sampai keberkahan itu justru ternodai oleh perilaku konsumtif yang menghasilkan banyak sampah. Kita bisa memulai dari hal sederhana, seperti memasak secukupnya dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai"

Pacitan,JBM.co.id- Momentum Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga kesempatan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pacitan, Cicik Ruhdotul Jannah, mengajak masyarakat menerapkan gerakan “Minim Sampah” selama bulan suci agar ibadah puasa semakin bermakna dan membawa keberkahan.
Menurut Cicik, peningkatan konsumsi selama Ramadhan kerap berdampak pada melonjaknya volume sampah, baik sisa makanan maupun kemasan sekali pakai. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan setiap tahunnya.
“Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Jangan sampai keberkahan itu justru ternodai oleh perilaku konsumtif yang menghasilkan banyak sampah. Kita bisa memulai dari hal sederhana, seperti memasak secukupnya dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” ujar Cicik, Selasa (17/2/2026).
Cicik menegaskan bahwa sisa makanan menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah rumah tangga selama Ramadhan. Ia mengimbau masyarakat untuk memasak atau membeli makanan secukupnya, mengambil makanan sesuai porsi, serta menghabiskan apa yang sudah diambil.
“Kalau memang masih ada sisa, bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Prinsipnya adalah mengurangi pemborosan. Dalam ajaran agama pun, mubazir itu tidak dianjurkan,” tambahnya.
Selain sampah organik, penggunaan plastik dan kemasan sekali pakai juga meningkat signifikan, terutama saat berburu takjil menjelang berbuka puasa. DLH Pacitan mendorong warga membawa tas belanja dan wadah sendiri dari rumah.
“Langkah kecil seperti membawa tumbler atau kotak makan sendiri sangat berdampak besar jika dilakukan bersama-sama. Kami juga mengajak panitia kegiatan buka bersama untuk menggunakan sistem prasmanan dengan wadah guna ulang,” jelasnya.
Apabila penggunaan plastik tidak dapat dihindari, Cicik meminta masyarakat untuk memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya agar bisa didaur ulang.
Gerakan berbagi takjil pun diharapkan tetap memperhatikan aspek lingkungan. DLH Pacitan mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan berbahan organik sebagai alternatif.
“Bersedekah itu sangat mulia. Akan lebih indah lagi jika dilakukan dengan konsep minim sampah. Jadi bukan hanya pahala yang berlimpah, tapi juga bumi yang kita jaga bersama,” katanya.
Cicik menegaskan, perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran individu. Ia berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum kebangkitan kepedulian lingkungan di Kabupaten Pacitan.
“Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi? Mari jadikan Ramadhan sebagai bulan ibadah yang tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga mempererat tanggung jawab kita menjaga lingkungan,” pungkasnya.
Dilatari semangat “Peduli Sampah, Puasa Berkah, Ramadhan Pahala Berlimpah”, DLH Kabupaten Pacitan optimistis masyarakat dapat berkontribusi nyata mewujudkan daerah yang aman, sehat, resik dan indah.(Red/yun).




