Bencana AlamBeritaDaerahPemerintahanPendidikanSosial

Sekda Pacitan Tegaskan Air Laut Surut Bukan Tanda Tsunami, Warga Diminta Tetap Tenang dan Ikuti Informasi Resmi

"Warga kami minta tetap tenang dan tidak terpengaruh kabar yang belum tentu kebenarannya. Jangan langsung menyimpulkan bahwa air laut surut adalah tanda-tanda tsunami"

Pacitan,JBM.co.id- Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan yang juga menjabat ex officio Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi fenomena air laut surut yang terjadi di sejumlah wilayah pesisir Pacitan, pada Senin (16/2/2026).

Ia menegaskan, surutnya air laut merupakan fenomena alam yang bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti pasang surut air laut maupun pengaruh kondisi cuaca dan gravitasi bulan. Masyarakat diminta tidak serta-merta mengaitkan peristiwa tersebut dengan potensi gelombang tsunami tanpa adanya informasi resmi dari pihak berwenang.

“Warga kami minta tetap tenang dan tidak terpengaruh kabar yang belum tentu kebenarannya. Jangan langsung menyimpulkan bahwa air laut surut adalah tanda-tanda tsunami,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui BPBD terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan aktivitas kegempaan. Hingga saat ini, belum ada peringatan resmi terkait potensi tsunami di wilayah Pacitan.

Sekda juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti pengumuman resmi yang disampaikan BPBD maupun BMKG. Informasi yang bersumber dari media sosial atau pesan berantai yang tidak jelas asal-usulnya diharapkan tidak langsung dipercaya sebelum ada klarifikasi dari instansi terkait.

“Kami meminta masyarakat tetap waspada namun tidak panik. Ikuti arahan petugas di lapangan dan pantau informasi resmi dari BPBD maupun BMKG,” tegasnya.

BPBD Pacitan memastikan sistem pemantauan dan kesiapsiagaan bencana tetap berjalan optimal. Aparat di wilayah pesisir juga telah diminta untuk meningkatkan koordinasi serta memberikan edukasi kepada warga agar memahami tanda-tanda bencana secara benar.

Sikap tenang dan informasi yang akurat, diharapkan masyarakat Pacitan dapat menyikapi fenomena alam secara bijak tanpa menimbulkan keresahan yang tidak perlu.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button