Putu Liong Dukung Program Gubernur Koster Gandeng Investor Temui PLN Bali Percepat Energi Bersih dan Kemandirian Listrik di Bali

Jbm.co.id-DENPASAR | Berbagai pihak terus berupaya mendorong percepatan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Bali terus dilakukan berbagai pihak
CEO Jarrak Group sekaligus Pembina LSM Jarrak, Putu Sudiartana, yang dikenal sebagai Putu Liong membawa sejumlah investor melakukan audiensi dengan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Selasa, 9 Juni 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor PLN UID Bali tersebut membahas peluang investasi di sektor energi bersih sebagai langkah strategis mendukung program swasembada energi Pemerintah Provinsi Bali dibawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster.
Dalam audiensi itu, Putu Liong menegaskan Bali memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga surya hingga biomassa. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di Pulau Dewata.
“Kami ingin menghadirkan investor yang memiliki komitmen terhadap pengembangan energi bersih di Bali. Tujuannya bukan hanya membangun pembangkit listrik, tetapi juga mendukung visi Bali menjadi daerah yang mandiri energi sekaligus ramah lingkungan,” kata Putu Liong.
Menurutnya, keterlibatan investor sangat penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur energi hijau di Bali. Ia berharap kolaborasi antara investor, PLN, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait dapat menghasilkan proyek energi berkelanjutan yang berdampak luas bagi masyarakat.
Putu Liong juga menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Bali yang tengah mendorong pemanfaatan sumber energi lokal berkelanjutan agar Bali mampu memenuhi kebutuhan listriknya secara mandiri di masa depan.
Sementara itu, jajaran PLN UID Bali menyambut positif inisiatif yang dibawa Jarrak Group bersama para investor. PLN menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan energi baru terbarukan sesuai kebutuhan sistem kelistrikan dan regulasi yang berlaku.
Pengembangan pembangkit listrik berbasis energi bersih dinilai memberikan banyak manfaat bagi Bali. Selain mengurangi ketergantungan pasokan listrik dari luar daerah, energi terbarukan juga mampu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan serta menekan emisi karbon.
Langkah ini juga diyakini dapat memperkuat sektor pariwisata berkelanjutan yang menjadi identitas Bali. Ketersediaan listrik yang andal dinilai penting untuk mendukung sektor industri, pariwisata, hingga UMKM agar semakin berkembang dan menarik investasi baru.
Dengan semakin berkembangnya proyek energi hijau, Bali dinilai memiliki peluang besar menjadi daerah percontohan transisi energi di Indonesia. Selain mendukung target nasional penggunaan energi rendah emisi, langkah tersebut juga memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan.
Audiensi antara Jarrak Group, investor, dan PLN Bali diharapkan menjadi awal kerja sama konkret dalam merealisasikan berbagai proyek energi hijau demi mewujudkan Bali yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan di sektor energi. (ace).



