Waspada Super Flu, Sekda Maulana Heru Aktifkan Siaga Lintas OPD–TNI–Polri
"Seluruh jajaran teknis, mulai Dinas Kesehatan, 24 UPT Puskesmas, RSUD, hingga BPBD, diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan"

Pacitan,JBM.co.id- Pemerintah Kabupaten Pacitan mulai mengencangkan kewaspadaan terhadap potensi bencana non-alam menyusul merebaknya ancaman super flu Influenza A (H3N2) subclade K, virus yang disebut memiliki tingkat keganasan dan penularan tinggi.
Sekretaris Daerah Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, yang juga ex officio Kepala BPBD, turun langsung mengoordinasikan kesiapsiagaan lintas sektor.
Atensi serius tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Pacitan Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro, yang meminta seluruh jajaran terkait tidak lengah menghadapi ancaman kesehatan masyarakat yang berpotensi berkembang cepat.
“Seluruh jajaran teknis, mulai Dinas Kesehatan, 24 UPT Puskesmas, RSUD, hingga BPBD, diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” ujar Sekda Heru saat ditemui usai apel pagi, Kamis (8/1/2026).
Sekda Heru menegaskan, pola penanganan tidak boleh reaktif. Setiap OPD diminta menyampaikan laporan perkembangan secara periodik, sekaligus memperkuat koordinasi lintas institusi, termasuk dengan TNI dan Polri, guna memastikan kesiapan deteksi dini hingga langkah penanganan cepat bila ditemukan indikasi penyebaran.
“Pemantauan harus berjalan terus-menerus. Bila ada potensi membahayakan, segera berkoordinasi dengan Kepolisian dan TNI. Prinsipnya, jangan menunggu situasi memburuk,” tegas mantan pimpinan tertinggi di sejumlah OPD strategis tersebut.
Selain penguatan di level birokrasi, Sekda Heru juga menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan. Ia mengimbau warga Pacitan untuk kembali disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama membudayakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) setelah beraktivitas maupun kontak langsung dengan orang lain.
“CTPS adalah langkah sederhana namun efektif untuk menekan risiko penularan berbagai penyakit, termasuk Covid-19 dan super flu,” pungkasnya.
Langkah cepat Pemkab Pacitan ini diharapkan mampu menjadi benteng awal agar daerah tidak kecolongan menghadapi ancaman bencana non-alam yang berpotensi mengganggu stabilitas kesehatan masyarakat.(Red/yun).




