BeritaDaerah

Dekatkan Pelayanan Bagi Masyarakat Di Kawasan Terpencil, Dispendukcapil Pacitan Besut Program Yandu

Pacitan,JBM.co.id– Orang tua berwasiat, “wong urip iso’o ninggalke tilas seng becik. Mulo nggaweo patilasan seng apik ben biso di turun anak putu”. (Kehidupan sebisa mungkin meninggalkan hal-hal yang baik dan berguna. Oleh sebab itu buatlah sesuatu yang indah dan bermanfaat agar bisa dilanjutkan dan dikenang oleh anak-cucu kelak).

Hal tersebut yang saat ini tengah dan sedang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Pacitan, dalam upayanya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Khususnya mereka yang berada di kawasan terluar dan terpencil.

Menurut Kepala Dispendukcapil setempat, Tri Mudjiharto, terobosan ini ia beri nama Yandu atau pelayanan terpadu yang dipusatkan di desa.

“Yandu ini merupakan langkah dan terobosan dari Dispendukcapil Pacitan, untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, yang bermukim di kawasan terluar dan terpencil, untuk mendapatkan dokumen administrasi kependudukan,” terang Tri yang saat itu tengah mengikuti kegiatan di Kecamatan Punung, Senin (26/5/2025).

Mantan Kepala Bakesbangpol ini mengungkapkan, selama ini memang masih banyak kendala yang dihadapi masyarakat di kawasan terpencil untuk mendapatkan dokumen adminduk.

Selain medan jalan yang terjal lantaran berada di kawasan perbukitan, mereka juga masih banyak terkendala jaringan data internet untuk bisa mengakses permohonan administrasi kependudukan secara during.

Terutama perekaman bagi wajib KTP pemula atau kelompok lanjut usia ataupun penyandang disabilitas. “Disitulah kami (Dispendukcapil) hadir untuk memberikan kemudahan pelayanan dengan program Yandu.

Kasihan masyarakat yang ada di kawasan terpencil. Mau ke kantor desa jauh ke kecamatan juga jauh apalagi ke Dispendukcapil. Kami hadir dengan memberikan pelayanan terbaik untuk kepengurusan semua administrasi kependudukan,” jlentrehnya.

Tri menyadari, program Yandu ini memang belum bisa menyasar semua desa yang ada di 12 kecamatan di Pacitan. Hal tersebut mengingat, terbatasnya anggaran.

Sementara ini baru beberapa desa yang ada di sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Tegalombo, Nawangan, Bandar, Sudimoro dan Tulakan. Yandu mulai dilaksanakan pada awal Maret 2025 lalu.

Bertahap, sambung Tri, juga akan menyasar di 167 desa dan 5 kelurahan. “Tahun ini ditargetkan sekitar 30-50 titik. Kita bekerjasama dengan pemerintah desa untuk melakukan pelayanan jemput bola tersebut,” tukasnya. (Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button