BadungBeritaDaerahHukum dan KriminalPemerintahan

Imigrasi Tangkap 103 WNA  Diduga Terlibat Kejahatan Cyber di Bali

Jbm.co.id-BADUNG | Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian menangkap 103 orang Warga Negara Asing (WNA) yang diduga melakukan kejahatan cyber di Bali melalui Operasi Bali Becik, Rabu, 26 Juni 2024.

“Hari ini Operasi Pengawasan Bali Becik yang melibatkan Kantor Imigrasi di Bali berhasil menangkap 103 orang WNA, ada 14 orang WN Taiwan, sedangkan yang lainnya belum diketahui identitasnya. Saat ini masih didalami oleh petugas,” kata Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim.

Disebutkan, sebagian dari Tim Imigrasi melakukan operasi tertutup untuk mengawasi sebuah villa di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali.

“Pukul 14.00 WITA, diperoleh informasi, bahwa terdapat aktivitas WNA pada lokasi tersebut. Setelah briefing, Tim langsung bergerak menuju lokasi operasi. Selanjutnya, pukul 17.00 WITA, kami berhasil tangkap 103 WNA yang terdiri dari 12 perempuan dan 91 laki-laki,” paparnya.

Kemudian, mereka diduga tidak memiliki dokumen dan penyalahgunaan izin Keimigrasian.

Hingga saat ini, Tim Gabungan sedang mendalami kemungkinan adanya Kejahatan Cyber berdasarkan banyaknya komputer dan handphone yang diperoleh di lokasi kejadian.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Safar Muhammad Godam menyatakan, pukul 18.00 WITA, Tim Operasi Pengawasan Bali Becik mengamankan seluruh WNA tersebut beserta barang bukti.

Kemudian, para WNA akan menjalani pemeriksaan, yang sementara ditempatkan pada Rumah Detensi Imigrasi Bali.

“Imigrasi rutin menggelar operasi pengawasan. Tidak hanya di Bali, tetapi di seluruh Kantor Imigrasi se-Indonesia. Kejahatan yang dilakukan orang asing merupakan salah satu tindak kriminal yang sering kami temukan di lapangan. Dengan operasi pengawasan WNA seperti ini,Imigrasi juga mendukung Satgas Pemberantasan Perjudian Daring,” pungkasnya. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button