Wayan Sugita Siap Jembatani Umat Hindu Indonesia dan Dunia Bawa Misi Jaga Hindu Bali di Kancah Internasional

Jbm.co.id-KARANGASEM | Sekretaris Hubungan Internasional (HI) Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, I Wayan Sugita menegaskan pentingnya menjaga kelestarian budaya Bali ditengah perkembangan Hindu yang semakin mendunia dan gempuran budaya asing.
Menurutnya, meskipun Hindu berkembang di berbagai negara dengan latar belakang budaya yang beragam, identitas dan tradisi lokal, khususnya budaya Bali, harus tetap terjaga sebagai warisan buat generasi mendatang.
“Seperti perjuangan teman-teman di Bali, budaya Bali harus tetap ajeg walaupun ditengah gempuran budaya asing. Apapun ritual yang ada di Bali dan yang diwariskan harus tetap kita hormati dan jalankan,” kata Sekretaris Hubungan Internasional (HI) Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, I Wayan Sugita, saat diwawancarai insan media, dalam mengikuti rangkaian kegiatan Pengurus PHDI Pusat Masa Bakti 2026-2031 di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, Sabtu (24/10/2026).
Wayan Sugita menjelaskan, dirinya dipercaya masuk dalam kepengurusan PHDI Pusat berdasarkan kesepakatan untuk ngayah atau mengabdikan diri pada bidang Hubungan Internasional.
Lebih lanjut, Wayan Sugita menegaskan tanggung jawab tersebut cukup besar, karena harus menjadi jembatan komunikasi dan koordinasi antara umat Hindu di tingkat nasional dengan komunitas Hindu di berbagai negara.
Menurutnya, Hindu memiliki jangkauan global sehingga diperlukan komunikasi dan kerja sama yang kuat antarkomunitas Hindu dunia.
Namun, keterbukaan atas perkembangan global tidak boleh menghilangkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas umat.
Pegang Prinsip Dharma dan Ahimsa
Selain menekankan pentingnya menjaga budaya Bali, Wayan Sugita juga mengingatkan umat Hindu agar senantiasa berpegang pada prinsip Mokshartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma dalam menjalani kehidupan.
Prinsip tersebut, menurutnya, mengajarkan bahwa upaya mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan harus ditempuh melalui jalan dharma, dengan menjunjung tinggi nilai kebenaran serta tidak menyakiti sesama.
“Itu berarti bahwa apapun yang didapatkan itu harus melalui jalan dharma tanpa menyakiti, ahimsa sesama manusia,” kata Wayan Sugita.
Wayan Sugita juga menilai nilai-nilai dharma dan ahimsa menjadi landasan penting bagi umat Hindu untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sekaligus menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Siapkan Program Hubungan Internasional
Terkait program kerja, Wayan Sugita mengungkapkan bahwa bidang Hubungan Internasional (HI) PHDI Pusat telah mulai menyusun sejumlah agenda yang akan dibahas lebih lanjut bersama Ketua Umum PHDI Pusat.
Lebih lanjut, Wayan Sugita menyebutkan arah program kerja berfokus untuk memperkuat hubungan dengan berbagai organisasi Hindu di dunia, sekaligus membuka ruang komunikasi dan kerja sama lintas negara.
Menurut Wayan Sugita, banyak organisasi Hindu yang tersebar di berbagai negara sehingga dibutuhkan koordinasi untuk membangun hubungan yang lebih erat dan menyatukan kepentingan umat Hindu dalam lingkup internasional.
Melalui peran tersebut, Wayan Sugita berharap hubungan antar umat Hindu dunia semakin kuat, sementara nilai-nilai dan tradisi Hindu Bali tetap memperoleh perhatian dalam perkembangan Hindu secara global.
“Kita pastikan bahwa, terutama saya sebagai orang Bali, tetap mengedepankan dan menjaga Hindu Bali. Pancasila adalah pegangan kita untuk dapat tetap berkarya ditengah perubahan,” pungkasnya.
Kegiatan di Pura Agung Besakih tersebut merupakan bagian dari rangkaian awal pengabdian Pengurus PHDI Pusat Masa Bakti 2026-2031 melalui upacara Mejaya-Jaya dan Masimakrama.
Untuk itu, pihaknya berharap momentum ini dapat memperkuat komitmen pengurus dalam menjalankan swadharma organisasi, membina umat, serta menjaga keharmonisan Hindu di Indonesia dan di tingkat internasional.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna




