BeritaDaerahEkonomiHukum dan KriminalLingkungan HidupPariwisataPemerintahanPendidikanSosial

Wajah Barat Pancer Door Semrawut, Wabup Pacitan Soroti Warung Liar yang Kumuh

"Sejumlah bangunan warung yang sebagian besar terbuat dari bambu dan kayu berdiri tidak beraturan"

Pacitan,JBM.co.id- Keindahan kawasan wisata Pantai Pantai Pancer Door kembali menjadi sorotan. Kali ini, wajah sisi barat pintu masuk destinasi unggulan di Pacitan itu dinilai semrawut akibat menjamurnya warung-warung liar yang berdiri tanpa penataan memadai.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bangunan warung yang sebagian besar terbuat dari bambu dan kayu berdiri tidak beraturan. Bahkan, beberapa di antaranya menjorok hingga ke trotoar jalan, mengganggu kenyamanan pejalan kaki dan wisatawan yang datang menikmati panorama pantai.

Tak hanya itu, pemandangan penyangga bambu yang berserakan serta bangunan yang tampak dibiarkan seadanya menambah kesan kumuh di kawasan wisata tersebut. Kondisi ini dinilai kontras dengan citra Pantai Pancer Door yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata Pacitan.

Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, mengaku prihatin saat meninjau langsung kawasan tersebut. Ia menilai keberadaan warung-warung itu tidak mengindahkan nilai estetika dan penataan kawasan wisata.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pacitan hingga kini belum memberikan legalitas terhadap pendirian warung di sisi barat pintu masuk Pantai Pancer Door karena area tersebut merupakan bagian dari aset milik daerah.

“Pemkab belum memberikan legalitas terhadap berdirinya warung-warung tersebut,” ujar Gagarin baru-baru ini.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak ingin mengambil langkah yang justru menyulitkan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas berjualan di kawasan wisata.

Namun, Gagarin berharap para pemilik warung memiliki kesadaran untuk menata tempat usahanya dengan lebih rapi dan tertib agar tetap selaras dengan wajah kawasan wisata.

Wabup Pacitan, Gagarin saat menunjuk bangunan warung yang dinilainya semrawut.
Wabup Pacitan, Gagarin saat menunjuk bangunan warung yang dinilainya semrawut.
“Ya mestinya mereka sadar diri untuk segera menata warung-warung mereka secara rapi. Sehingga indah dipandang saat ada wisatawan yang datang. Tidak seperti sekarang ini nampak semrawut dan terkesan kumuh,” tegasnya sambil menunjuk sejumlah bangunan yang dinilai tidak layak.

Penataan kawasan wisata, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat citra Pacitan sebagai daerah tujuan wisata yang bersih, tertata, dan menarik bagi wisatawan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button