
Pacitan,JBM.co.id-Kabar menggembirakan datang dari Tanah Suci. Seluruh Jamaah Haji asal Kabupaten Pacitan dilaporkan dalam keadaan sehat walafiat setelah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Informasi tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Pacitan, H. Lancur Susanto, yang pada musim haji tahun ini turut menunaikan ibadah di Makkah Al-Mukarramah. Melalui pesan yang disampaikan pada Ahad (31/5/2026), ia mengungkapkan rasa syukur atas kondisi para jamaah yang tetap terjaga di tengah padatnya aktivitas ibadah dan cuaca yang cukup menantang.
“Alhamdulillah seluruh jamaah haji dari Pacitan dalam kondisi sehat walafiat,” ujarnya.
Menurut Lancur, setelah menjalani wukuf di Arafah yang menjadi inti ibadah haji, bermalam di Muzdalifah, serta melaksanakan berbagai amalan di Mina, para jamaah kini telah kembali ke Makkah untuk menyempurnakan rangkaian ibadah wajib, termasuk melaksanakan Tawaf Ifadah.
Momentum pasca-Armuzna menjadi fase yang sarat makna spiritual. Setelah melewati perjalanan fisik yang melelahkan, para tamu Allah seakan diajak menapaki perjalanan batin yang lebih dalam; membersihkan diri dari dosa, memperkuat keikhlasan, dan memperbarui komitmen penghambaan kepada Sang Pencipta.
Di hamparan padang Arafah, jutaan umat Islam dari berbagai bangsa dan bahasa berdiri dalam kesetaraan yang sempurna. Tidak ada perbedaan status sosial, jabatan, maupun kekayaan. Semuanya larut dalam doa dan harapan yang sama, memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Dari sinilah pesan universal haji lahir, bahwa kemuliaan manusia hanya ditentukan oleh ketakwaannya.
Sementara itu, rangkaian mabit di Muzdalifah dan Mina mengajarkan kesabaran, kedisiplinan, serta keteguhan dalam melawan hawa nafsu, yang dilambangkan melalui prosesi lempar jumrah. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup dalam diri jamaah ketika kembali ke tengah masyarakat.
Lancur menambahkan, seluruh jamaah kini fokus menyelesaikan ibadah di Makkah sebelum bersiap pulang ke Indonesia. Sesuai jadwal, rombongan jamaah haji asal Pacitan akan bertolak dari Arab Saudi pada 6 Juni 2026 dan diperkirakan tiba kembali di Kabupaten Pacitan pada 7 Juni 2026.
Kepulangan para jamaah tentu menjadi kabar yang dinanti keluarga dan masyarakat. Lebih dari sekadar kembali dari perjalanan jauh, mereka diharapkan pulang membawa semangat baru, keteladanan akhlak, serta predikat haji yang mabrur. Sebab hakikat haji bukan hanya keberhasilan menuntaskan rangkaian ritual di Tanah Suci, melainkan bagaimana nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, persaudaraan, dan ketakwaan mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga seluruh jamaah haji asal Pacitan senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dalam menyelesaikan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan daerah yang dicintainya.(Red/yun).




