
Jbm.co.id-DENPASAR | Fase gugur 32 besar Piala Dunia mempertemukan Argentina dan Tanjung Verde di Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat, Sabtu, Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 06.00 WITA.
Laga fase gugur 32 besar terasa seperti laga kandang (homecoming), karena Messi bermain di depan publik kota yang mendukungnya sehari-hari di level klub, sekaligus dikelilingi oleh ribuan suporter fanatik Argentina yang menetap di Florida.
Miami menawarkan privasi dan kenyamanan lebih bagi keluarga kecilnya. Untuk itu, Messi memboyong keluarganya tinggal di sebuah hunian mewah senilai $10 juta di kawasan pemukiman eksklusif berpagar (gated community) daerah Fort Lauderdale, pinggiran utara Miami.
Sejak kepindahannya ke Amerika Serikat pada Juli 2023, Miami telah menjadi rumah baru bagi Messi, tempat merajai kompetisi domestik, sekaligus menjadi ikon global yang mengubah peta sepak bola di Amerika Serikat.
Messi bergabung dengan klub MLS, Inter Miami CF, yang langsung menjadi kapten sekaligus tulang punggung tim.
Bahkan, Messi telah membawa Inter Miami meraih gelar bergengsi seperti Piala Liga (Leagues Cup) dan trofi MLS Cup pertama mereka pada musim 2025.
Di kota Miami, Messi dikelilingi oleh sahabat-sahabat karibnya dari era keemasan Barcelona yang ikut direkrut oleh Inter Miami, seperti Luis Suarez, Sergio Busquets, dan Jordi Alba. Suarez bahkan tinggal di satu jalan yang sama dengan Messi.
Oleh karena itu, hubungan antara Lionel Messi dan kota Miami sangatlah erat dan mendalam, baik dari segi profesional maupun kehidupan pribadi.
Sepanjang sejarah, Argentina dan Tanjung Verde belum pernah bertemu sama sekali dalam pertandingan sepak bola di panggung atau kompetisi manapun.
Laga Argentina berjumpa Tanjung Verde menjadi pertemuan perdana (first-ever meeting) sejarah bagi kedua negara.
Meskipun baru pertama kali bersua Tanjung Verde, Argentina memiliki catatan yang sangat dominan melawan tim-tim dari benua Afrika di turnamen Piala Dunia.
Bahkan, Albiceleste meraih 7 kemenangan beruntun. Argentina selalu menyapu bersih kemenangan dalam 7 pertandingan terakhir mereka melawan negara Afrika di Piala Dunia.
Satu-satunya kekalahan, dalam sejarah mencatat Argentina hanya pernah kalah satu kali dari tim Afrika, yaitu saat ditumbangkan Kamerun dengan skor 0-1 pada laga pembuka Piala Dunia 1990.
Sebagai tim debutan di Piala Dunia, Tanjung Verde sangat jarang bertemu dengan tim-tim kuat asal Amerika Latin.
Catatan pertemuan mereka dengan zona CONMEBOL baru tercipta dalam kurun waktu empat tahun terakhir di laga uji coba maupun fase grup, yaitu kalah dari Ekuador tumbang 0-1 pada pertandingan tahun 2022.
Bahkan, Tanjung Verde kalah dari Cile dengan skor 2-4 pada bulan Maret 2026.
Terakhir, Tanjung Verde bermain imbang bersejarah melawan raksasa Uruguay dengan skor 2-2 di babak Fase Grup H Piala Dunia 2026 beberapa hari yang lalu.
Mayoritas pengamat dan media olahraga internasional memprediksi Argentina akan menang meyakinkan dengan skor 3-0 atas Tanjung Verde dalam waktu normal 90 menit.
Sebagai juara bertahan, Albiceleste dipandang berada di level yang jauh berbeda berkat performa sempurna di fase grup dan ketajaman Lionel Messi.
Tak hanya itu, Lionel Messi berpotensi mencetak gol Hat-trick ke gawang Tanjung Verde. Jika Lionel Messi mampu mencetak gol di 20 menit pertama, Tanjung Verde terpaksa keluar menyerang. Hal ini akan membuka ruang besar bagi penyerang Argentina Messi untuk menambah gol lagi.
Sesuai rilis FIFA, Argentina sebagai Juara Grup J, sekaligus Sang juara bertahan melaju dengan rekor sempurna 9 poin. Mereka menyapu bersih kemenangan melawan Aljazair (3-0), Austria (2-0), dan Yordania (3-1). Lionel Messi tampil luar biasa dan memimpin top skor sementara turnamen dengan koleksi 6 gol.
Tanjung Verde menempati Runner-up Grup H yang juga tim debutan berjuluk The Blue Sharks ini mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur tanpa terkalahkan. Mereka mengumpulkan 3 poin dari tiga hasil imbang melawan raksasa Spanyol (0-0), Uruguay (2-2), dan Arab Saudi (0-0).
Meski demikian, pelatih Argentina, Lionel Scaloni meminta timnya tetap waspada, karena Tanjung Verde lolos ke babak gugur bukan karena kebetulan. Skuad Argentina dilaporkan berada dalam kondisi fit sepenuhnya, termasuk bek Cristian Romero.
Sementara itu, kubu Tanjung Verde dibawah pelatih Bubista diprediksi akan kembali menerapkan taktik pertahanan berlapis (parkir bus) yang disiplin. Mereka mendapat tambahan amunisi dengan kembalinya bek kiri Sidny Lopes Cabral setelah menjalani sanksi kartu. Benteng pertahanan mereka akan dipimpin oleh kiper veteran Vozinha yang tampil kokoh dengan dua clean sheet di fase grup.
Timnas Argentina
Pelatih Lionel Scaloni kembali menurunkan komposisi skuad utamanya. Cristian Romero yang sempat diistirahatkan karena masalah lutut ringan kini telah pulih dan siap bermain. Lini depan akan dipimpin langsung oleh Lionel Messi.
Formasi: 4-4-2 atau hibrida 4-3-3
Kiper: Emiliano Martinez
Bek: Nahuel Molina (Kanan), Cristian Romero (Tengah), Lisandro Martinez (Tengah), Facundo Medina / Nicolas Tagliafico (Kiri)
Gelandang: Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Thiago Almada
Penyerang: Lionel Messi, Lautaro Martinez / Julian Alvarez.
Timnas Tanjung Verde
Pelatih Bubista mendapatkan amunisi penting dengan kembalinya bek kiri Sidny Lopes Cabral setelah selesai menjalani sanksi akumulasi kartu. Di bawah mistar gawang, kiper veteran berusia 40 tahun, Vozinha, kembali menjadi tumpuan utama. Gelandang Telmo Arcanjo diragukan tampil akibat cedera otot, namun lini tengah mereka kembali diperkuat oleh Jamiro Monteiro.
Formasi: 4-1-4-1 atau 4-2-3-1 defensif
Kiper: Vozinha
Bek: Steven Moreira (Kanan), Roberto “Pico” Lopes (Tengah), Diney Borges (Tengah), Sidny Lopes Cabral (Kiri)
Gelandang Bertahan: Kevin Lenini
Gelandang Serang/Sayap: Ryan Mendes, Deroy Duarte, Jamiro Monteiro, Jovane Cabral / Willy Semedo
Penyerang Tunggal: Dailon Rocha Livramento / Nuno da Costa.
Diatas kertas, kualitas individu, pengalaman serta produktivitas lini depan membuat Argentina jauh lebih diunggulkan.
Meski demikian, Tanjung Verde telah membuktikan mampu menyulitkan tim-tim besar sepanjang fase grup dan berpotensi memberikan perlawanan sengit, apabila mampu mempertahankan disiplin permainan. (berbagai sumber/ace).




