BeritaDaerahPemerintahanPendidikanPolitikSosial

Tokoh Pemuda Pacitan Sebut, Daru Mustikoaji Layak Di Kader Calon Sekda Masa Depan

"Daru bukan sekadar pejabat teknis, tetapi produk birokrasi yang tumbuh dari proses panjang, memahami irama pemerintahan dari bawah hingga level pengambil kebijakan"

Pacitan, JBM.co.id– Tabir wacana calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan dari kalangan dokter akhirnya disingkap secara gamblang.

Tokoh pemuda Pacitan, Ki Gondo Mono, tak lagi bermain simbol. Ia menyebut nama Daru Mustikoaji, Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, sebagai figur yang sejak awal ia dorong ke panggung birokrasi tertinggi ASN daerah.

“Tidak ada teka-teki lagi. Yang saya maksud adalah dokter Daru Mustikoaji,” ujar Gondo Mono, blak-blakan, Rabu (17/12/2025).

Pernyataan ini sekaligus mengakhiri spekulasi liar yang selama ini beredar di ruang publik. Gondo Mono menegaskan, dorongan tersebut bukan manuver emosional, melainkan kalkulasi politik-birokrasi yang matang.

Menurutnya, Daru bukan sekadar pejabat teknis, tetapi produk birokrasi yang tumbuh dari proses panjang, memahami irama pemerintahan dari bawah hingga level pengambil kebijakan.

Rekam jejaknya di Dinas Kesehatan dinilai minim polemik, stabil, dan konsisten, sebuah kualitas langka di tengah iklim birokrasi yang kerap sarat tarik-menarik kepentingan.

“Pacitan tidak sedang membutuhkan sekda yang gemar pencitraan. Yang dibutuhkan adalah penjaga sistem, pengendali ritme pemerintahan, dan penyeimbang kepentingan politik. Itu ada pada Daru,” tegasnya.

Gondo Mono bahkan mengaitkan sosok Daru dengan pesan tersirat Sekda Pacitan saat ini, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, yang menekankan bahwa sekda penerus harus mampu menjalankan falsafah mikul dhuwur mendhem jero, bukan sekadar loyal pada pimpinan, tetapi juga mampu menjaga marwah institusi dan stabilitas pemerintahan.

“Kalau hanya pintar bicara, banyak. Tapi sekda itu harus bisa menutup luka lama, bukan membukanya. Harus kuat secara moral dan tenang secara politik. Dokter Daru memenuhi itu,” ujarnya.

Di tengah isu kocok ulang pejabat dan regenerasi birokrasi Pacitan, penyebutan nama Daru Mustikoaji secara terbuka ini dinilai sebagai sinyal keras bahwa kontestasi Sekda ke depan tidak lagi sekadar urusan administrasi, melainkan pertarungan gagasan antara figur politis dan teknokrat.

Kini bola berada di tangan pengambil kebijakan. Apakah Pacitan akan memilih sekda dengan basis manuver politik, atau sosok teknokrat yang bekerja senyap namun efektif? Waktu yang akan menjawab.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button