BeritaDaerahGaya HidupKesehatanLingkungan HidupOlahragaPemerintahanPendidikanPolitikSeni BudayaSosial

Semangat Muharam di Puncak Lawu, Siswi Kelas 5 SD asal Nawangan Taklukkan Gunung Setinggi 3.265 Mdpl

"Di balik keindahan panorama Gunung Lawu, perjalanan tersebut juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan"

Pacitan,JBM.co.id- Semangat petualangan, ketangguhan, dan kecintaan terhadap alam ditunjukkan oleh Titis Cahya Winanti, siswi kelas V SD Negeri 3 Penggung, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Di usianya yang masih belia, Titis berhasil menuntaskan pendakian Gunung Lawu yang memiliki ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) dalam rangka menyambut Bulan Muharam 1448 Hijriah.

Pendakian dimulai pada Minggu, 28 Juni 2026, melalui jalur Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar. Bersama rombongan, Titis menempuh perjalanan sekitar 10 jam hingga mencapai Hargo Dalem, tempat para pendaki bermalam sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak tertinggi Gunung Lawu, Hargo Dumilah.

Keesokan harinya, Senin, 29 Juni 2026, rombongan berhasil mencapai puncak sebelum melanjutkan perjalanan turun melalui jalur Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan, dengan waktu tempuh sekitar 7 jam.

Di balik keindahan panorama Gunung Lawu, perjalanan tersebut juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Saat bermalam di Hargo Dalem, suhu udara terasa sangat dingin hingga diperkirakan berada di bawah minus 10 derajat Celsius, menguji kesiapan fisik, mental, serta perlengkapan setiap peserta pendakian.

Meski demikian, semangat Titis tidak surut. Dengan disiplin mengikuti arahan pendamping dan menjaga sportivitas selama perjalanan, ia mampu menyelesaikan pendakian dengan baik. Prestasi ini menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk belajar tentang keberanian, ketangguhan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap alam, selama dilakukan dengan persiapan yang matang dan mengutamakan keselamatan.

Kegiatan pendakian ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun pada Bulan Muharam atau Bulan Suro oleh Paguyuban Pecinta Alam Desa Penggung, Kecamatan Nawangan. Pada pelaksanaan tahun 1448 Hijriah, sebanyak 21 orang mengikuti kegiatan tersebut.

Pimpinan Paguyuban Pecinta Alam Desa Penggung, Sutrisno, menuturkan bahwa tradisi pendakian ini bukan sekadar perjalanan menuju puncak, melainkan menjadi sarana membangun karakter generasi muda agar memiliki jiwa tangguh, peduli terhadap lingkungan dan mampu bekerja sama.

“Yang tak kalah pentingnya, menghargai alam sebagai anugerah Tuhan yang harus dijaga kelestariannya,” kata Sutrisno, saat dikonfirmasi melalui sembungan telepon, Selasa (30/6/2026).

Titis Cahya Winanti merupakan putri dari Kepala Desa Penggung, Bolo Winarso, yang juga keponakan dari Pimpinan DPRD Pacitan, H. Lancur Susanto Habiburokhman.

Kehadirannya dalam pendakian ini menjadi inspirasi bahwa dukungan keluarga dan lingkungan dapat menumbuhkan keberanian anak-anak untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan positif di alam terbuka.

Pendakian Gunung Lawu tersebut menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya menghadirkan kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa pesan edukatif bahwa mendaki gunung bukan sekadar menaklukkan ketinggian, melainkan belajar menghormati alam, mengasah mental, memperkuat kebersamaan, serta membentuk karakter yang tangguh dan bertanggung jawab.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button