BaliBeritaDaerahDenpasarPemerintahanPendidikan

Sekda Eddy Mulya Resmi Tutup MPLS Jadikan SMK PGRI 5 Denpasar Sebagai Percontohan Keadaban Digital Secara Bijak dan Etis

  1. Jbm.co.id-DENPASAR | Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bali, Dr. Ir. I Gusti Ngurah Eddy Mulya, S.E., M.Si., menutup secara resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), selama 5 hari, mulai 13 Juli 2026 hingga 17 Juli 2026 di halaman SMK PGRI 5 Denpasar, Jumat, 17 Juli 2026.

Eddy Mulya yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, sekaligus Ketua Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan

Nyaman Kota Denpasar menjadi Narasumber bagi siswa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK PGRI 5 Denpasar yang sering disebut SKAGRIMA Denpasar.

Dalam sambutannya, Eddy Mulya memaparkan Keadaban Digital, dengan mengajak seluruh siswa peserta MPLS SMK PGRI 5 Denpasar untuk mendalami Keadaban Digital atau Digital Citizenship, yang merupakan sebuah pendekatan atau kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, etis dan bertanggung jawab.

“Keadaban Digital menjadi komitmen dan kewajiban kita bersama guna mengedukasi bagaimana kita menciptakan sekolah dengan basis budaya yang aman, sehat dan nyaman,” terangnya.

Apalagi, seluruh siswa saat ini berada di era adaptasi perubahan atau era globalisasi dan digitalisasi. Untuk itu, Eddy Mulya mengajak untuk menghadapi proses globalisasi dan digitalisasi ini dengan sangat bijak, termasuk didalamnya aspek-aspek digitalisasi.

“Saya ingin mengajak adik-adik semua, mari kita jadikan SMK PGRI 5 Denpasar ini sebagai percontohan Keadaban Digital atau Digital citizenship,” kata Eddy Mulya.

Lebih lanjut, Eddy Mulya memaparkan definisi Keadaban Digital ini sebenarnya sangat mudah dan ringan. Ketika berhadapan dengan era dan arus globalisasi ini, Keadaban Digital dapat dijadikan sebuah pendekatan atau kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, etis dan bertanggung jawab.

Oleh karena itu, Eddy Mulya mengajak para siswa harus bisa menerapkan Keadaban Digital di sepanjang waktu di sekolah, rumah, masyarakat dan dimanapun berada, sehingga pemanfaatan teknologi digital menjadi sangat efektif.

“Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk menggunakan teknologi digital, seperti gawai (HP), laptop, komputer (personal computer), hingga iPad secara bijak,” kata Sekretaris Kota Denpasar ini.

Lebih jauh, Eddy Mulya juga berpesan, agar memanfaatkan berbagai media sosial dengan bijak. Begitu pula, saat para siswa berada di kelas nanti, baik dalam menggunakan e-learning, menyusun PowerPoint, maupun aktivitas digital lainnya. Bahkan, pihaknya sangat berharap semuanya dimanfaatkan dengan bijak.

“Saya menitipkan topik Keadaban Digital ini secara khusus kepada Ibu Kepala Sekolah dan kepada guru Teknologi Informasi (TI/IT) di sekolah ini. Dengan demikian, kita semua dapat bergerak cepat memanfaatkan teknologi terkini, namun tetap mempertahankan identitas bahwa SMK PGRI 5 Denpasar adalah sekolah percontohan Keadaban Digital,” paparnya.

Sekolah ini, lanjutnya, bakal menjadi sekolah yang teristimewa, ketika mampu menjadi pelopor Keadaban Digital, serta menjadi percontohan bagi sekolah dengan budaya yang Sehat, Aman, dan Nyaman (BASN). Salah satu poin penting dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman tersebut adalah melalui penerapan Keadaban Digital.

“Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) SMK PGRI 5 Denpasar resmi ditutup. Saya berharap adik-adik sekalian mendapatkan kesan teristimewa di sekolah ini. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan siap untuk memasuki tahun ajaran baru pada minggu depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Nuning Kurniawati, SE.,MM.,M.Pd., mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesediaan hadirnya Sekda Denpasar Eddy Mulya untuk memberikan motivasi dan menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar.

“Kami berharap MPLS SMK PGRI 5 Denpasar dapat melahirkan generasi yang selain unggul dalam bidang akademik, juga berkarakter dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman demi Keadaban Digital,” kata Nuning Kurniawati. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button