BeritaDaerahKeagamaanPemerintahan

Puasa Senin-Kamis, Ikhtiar Menyiapkan Diri Menyambut Ramadhan 1447 H

"Puasa Senin memiliki keistimewaan karena bertepatan dengan hari kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Ini menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa meneladani beliau, termasuk dalam hal ibadah dan pengendalian diri"

Pacitan,JBM.co.id-Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam diajak untuk mulai mempersiapkan diri, tidak hanya secara fisik, tetapi juga spiritual. Pendakwah kondang asal Pacitan, KH Mahmud, mengingatkan pentingnya melatih diri melalui puasa sunah Senin dan Kamis sebagai bentuk ikhtiar menyambut bulan penuh berkah tersebut.

Dalam tausiyahnya, KH Mahmud menyampaikan bahwa Ramadhan bukanlah ibadah yang datang secara tiba-tiba, melainkan momentum besar yang idealnya disambut dengan persiapan matang. Salah satu cara paling sederhana namun bernilai tinggi adalah dengan membiasakan puasa sunah.

“Puasa Senin memiliki keistimewaan karena bertepatan dengan hari kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Ini menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa meneladani beliau, termasuk dalam hal ibadah dan pengendalian diri,” ujarnya, Ahad (1/2/2026).

Sementara itu, puasa sunah Kamis juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang mendalam. Menurut KH Mahmud, hari Kamis diyakini sebagai waktu Nabi Muhammad SAW menyampaikan hafalan Al-Qur’an kepada Malaikat Jibril. Hal ini menjadikan puasa Kamis sebagai sarana mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, khususnya menjelang Ramadhan yang dikenal sebagai bulan diturunkannya kitab suci umat Islam.

Lebih jauh, KH Mahmud menekankan bahwa puasa tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga mengandung manfaat kesehatan dan pendidikan karakter. Dengan berpuasa, seseorang dilatih untuk menahan hawa nafsu, mengendalikan emosi, serta menumbuhkan empati terhadap sesama, khususnya mereka yang kurang beruntung.

“Puasa itu sejatinya menyehatkan dan mendidik jiwa. Ia mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan kesederhanaan, nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia berharap, dengan membiasakan puasa sunah sejak dini, umat Islam dapat memasuki Ramadhan dengan hati yang lebih bersih, tubuh yang lebih siap, serta semangat ibadah yang lebih kuat. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button