Pendakwah Pacitan, KH Mahmud: Hakikat Hidup di Dunia adalah Menanti Kematian
"Tidak ada kekekalan di dunia fana ini. Semua akan berhenti dan pulang pada saatnya. Tidak akan bisa dipercepat ataupun diundur"

Pacitan,JBM.co.id-Pendakwah kondang asal Pacitan, KH. Mahmud, mengingatkan umat Islam bahwa kehidupan di dunia pada hakikatnya adalah perjalanan sementara menuju akhir yang pasti, yakni kematian. Pesan tersebut disampaikan pada Ahad (8/2/2026).
Dalam tausiyahnya di Desa Nglaran, Kecamatan Tulakan, KH. Mahmud menegaskan bahwa kemegahan dunia, baik berupa harta kekayaan, pangkat, maupun jabatan, sejatinya tidak dapat mengubah satu kenyataan mendasar dalam kehidupan manusia.
“Seberapapun kekayaan dunia yang kita miliki, setinggi apa pun pangkat dan jabatan yang kita punya, tetap saja kita ini sedang menunggu kematian,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh makhluk yang bernyawa memiliki kesamaan hakiki, yakni sama-sama menanti saat dipanggil untuk kembali menghadap Sang Pencipta. Tidak ada satu pun manusia yang mampu menghindari atau mengendalikan waktu kematian.
“Tidak ada kekekalan di dunia fana ini. Semua akan berhenti dan pulang pada saatnya. Tidak akan bisa dipercepat ataupun diundur,” jelas KH. Mahmud.
Lebih lanjut, pendakwah yang juga menjabat sebagai Inspektur Inspektorat Pacitan ini menegaskan, hal tersebut mengandung nilai edukatif yang mendalam bagi umat Islam, khususnya dalam membangun kesadaran spiritual. Kesadaran akan kefanaan dunia diharapkan mampu mendorong manusia untuk tidak terjebak pada kesombongan, kerakusan, dan cinta berlebihan terhadap dunia.
KH. Mahmud mengajak untuk menjadikan kehidupan dunia sebagai ladang amal, bukan tujuan akhir. Dengan menyadari bahwa kematian adalah kepastian, manusia diingatkan untuk memperbaiki akhlak, memperbanyak amal saleh, serta menjaga hubungan baik dengan sesama dan dengan Allah SWT.
Pesan ini selaras dengan ajaran Islam yang menempatkan dunia sebagai tempat ujian dan persiapan menuju kehidupan akhirat yang abadi. Kesadaran tersebut diharapkan dapat menumbuhkan sikap hidup yang lebih sederhana, bertanggung jawab, dan penuh keimanan.(Red/yun)




