BaliBeritaDaerahEkonomiPemerintahanPendidikanTabanan

Pangdam IX/Udayana Bekali 745 Siswa SPPI Perkuat Ekonomi Rakyat Sebagai Pilar Bela Negara Modern

Jbm.co.id-TABANAN |  Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan bahwa bela negara di era modern tidak lagi hanya dimaknai sebagai kesiapan mengangkat senjata. Menurutnya, membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui koperasi desa dan kampung nelayan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional.

Pesan tersebut disampaikan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, saat memberikan pembekalan kepada 745 Siswa Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelas Lapangan Candradimuka, Rindam IX/Udayana, Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat, 3 Juli 2026.

Suasana pembekalan berlangsung penuh semangat. Kehadiran Pangdam disambut yel-yel nasionalisme dari ratusan peserta yang mengikuti kegiatan bertema “Bela Negara Melalui Kemandirian Ekonomi Rakyat dan Pengamalan 4 Pilar Kebangsaan Sebagai Garda Terdepan NKRI.”

Dalam arahannya, Mayjen TNI Piek Budyakto menjelaskan bahwa ketahanan pangan, kedaulatan maritim, dan penguatan ekonomi masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konsep pertahanan negara saat ini.

“Bela negara mencakup upaya nyata kita dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat desa dan kawasan pesisir. Kehadiran KDKMP dan KNMP adalah implementasi langsung dari amanat konstitusi untuk mengelola ekonomi secara bersama demi kemaslahatan anggota, agar bangsa kita memiliki daya tahan kuat dan tidak bergantung pada pihak luar yang merugikan,” tegas Pangdam di hadapan ratusan siswa.

Pangdam juga mengajak para peserta mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam pengelolaan koperasi. Nilai tersebut diwujudkan melalui semangat persatuan, keadilan sosial, kepatuhan terhadap konstitusi, menjaga keutuhan NKRI, serta memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Selain membahas penguatan ekonomi rakyat, Pangdam mengingatkan adanya ancaman nonmiliter yang dihadapi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan media sosial, berkembangnya budaya individualisme, sikap antipemerintah, hingga paham radikalisme dan intoleransi.

Ia berharap lulusan SPPI mampu menjadi agen perubahan yang menjaga persatuan, meluruskan informasi yang menyesatkan, sekaligus berkontribusi menciptakan stabilitas di wilayah masing-masing.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional, Kodam IX/Udayana terus melakukan pendampingan teknis, pengamanan aset, pengembangan jaringan pemasaran, hingga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Hingga Mei 2026, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah Kodam IX/Udayana telah mencapai target 100 persen, terdiri atas 38 unit di Bali, 55 unit di NTB, dan 73 unit di NTT.

Sementara itu, untuk program Kampung Nelayan Merah Putih, Pangdam menginstruksikan agar dukungan difokuskan pada peningkatan kedaulatan hasil laut, penetapan harga yang adil bagi nelayan tradisional, serta penguatan pasokan pangan berbasis kelautan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrindam IX/Udayana, Liaison Officer (LO) Kemhan RI, Asintel Kasdam IX/Udayana, Wadan Rindam, Kabagum, Kabag Jianbang, Dansecaba, Dandodik Bela Negara, Dandodik Kejuruan Rindam IX/Udayana, serta para pendamping siswa SPPI. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button