BeritaDaerahEkonomiNasionalPemerintahan

OJK dan KSEI Satukan Sistem Digital Bikin Perizinan Reksadana Lebih Cepat dan Transparan

Jbm.co.id-JAKARTA | Upaya memperkuat perlindungan investor dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk reksadana terus dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Salah satunya melalui integrasi Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) OJK dengan Sistem Pendaftaran Efek secara Elektronik (SPEK) KSEI  resmi diluncurkan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.

Penyatuan dua sistem strategis tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pasar modal yang lebih transparan, akuntabel, dan ramah investor. Dengan sistem yang terhubung, proses pendaftaran produk investasi reksadana kini dilakukan secara terpadu, sehingga meminimalkan potensi kesalahan administrasi dan meningkatkan kepastian layanan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menegaskan bahwa integrasi ini bukan sekadar penggabungan teknologi, melainkan perubahan mendasar dalam pola kerja pengawasan dan pelayanan pasar modal.

“Integrasi SPRINT dan SPEK ini tidak hanya dimaknai sebagai integrasi sistem, tetapi juga sebagai langkah membangun cara kerja baru yang lebih efisien, lebih sederhana, lebih konsisten, dan berorientasi pada kualitas layanan,” kata Inarno.

Ia menjelaskan, di tengah dinamika industri pasar modal yang berkembang cepat, diperlukan sistem yang mampu mendukung pengelolaan data secara akurat dan terintegrasi. Hal ini penting untuk mempercepat proses perizinan, meningkatkan efektivitas pengawasan berbasis risiko, serta memperkuat tata kelola informasi.

Menurut Inarno, manfaat integrasi ini dirasakan langsung oleh pelaku industri maupun regulator. Bagi industri pengelolaan investasi, sistem terpadu menghadirkan kejelasan alur proses dan kepastian layanan. Sementara bagi OJK, integrasi ini memperkokoh fondasi pengawasan yang lebih responsif dan adaptif.

Ia juga berharap kehadiran sistem perizinan terintegrasi ini mampu memberikan dampak nyata dalam memperkuat kepercayaan investor terhadap produk reksadana di pasar modal Indonesia.

Sejalan dengan itu, Direktur Utama PT KSEI Samsul Hidayat menyebut integrasi SPRINT dan SPEK sebagai bagian dari transformasi digital yang lebih luas, sekaligus mendukung arah pengembangan green economy di pasar modal.

“Langkah ini tidak hanya meningkatkan efektivitas proses administrasi, tetapi juga sejalan dengan upaya KSEI untuk mendukung pertumbuhan green economy di pasar modal Indonesia,” kata Samsul.

Melalui sistem terintegrasi, duplikasi penyampaian dokumen dapat ditekan, proses pendaftaran menjadi lebih efisien, serta integritas dan konsistensi data terjaga. Kondisi ini diharapkan turut mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap produk reksadana.

Samsul meyakini bahwa keterhubungan sistem dan tata kelola yang semakin solid akan menjadi fondasi penting bagi pasar modal Indonesia agar tumbuh secara sehat, inklusif, dan berdaya saing di tingkat global.

Integrasi SPRINT dan SPEK juga membawa nilai tambah dari sisi kualitas data. Akurasi dan konsistensi data yang lebih baik memungkinkan pengawasan yang lebih optimal oleh OJK dan KSEI, sekaligus meningkatkan mutu informasi yang disampaikan kepada publik dan investor.

Peluncuran sistem ini turut dihadiri jajaran pimpinan OJK, Self Regulatory Organization (SRO), serta perwakilan asosiasi pasar modal, bank kustodian, dan manajer investasi, menandai komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola produk investasi di Indonesia. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button