Moody’s Tahan Rating Indonesia di Baa2, OJK Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh

Jbm.co.id-JAKARTA | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati keputusan Moody’s Investors Service yang mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, meskipun outlook disesuaikan dari stabil menjadi negatif.
OJK menilai afirmasi peringkat tersebut menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid di tengah dinamika global.
Ketahanan ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat, kerangka kebijakan makro yang disiplin, serta sektor jasa keuangan yang tetap resilien saat ketidakpastian global meningkat.
Moody’s juga menekankan bahwa perekonomian Indonesia masih memiliki daya tahan yang kuat berkat struktur ekonomi yang kokoh serta kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan secara prudent.
Sejalan dengan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini menunjukkan kemampuan ekonomi nasional menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menjadi penopang terhadap ketidakpastian jangka pendek yang tercermin dalam perubahan outlook.
OJK memandang prospek ekonomi nasional tetap positif dan berkelanjutan. Hal tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang solid, kontribusi sektor keuangan yang stabil, serta kesinambungan agenda reformasi struktural.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan komitmen OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ke depan, OJK akan secara konsisten menjalankan Program Prioritas 2026 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, serta pendalaman pasar keuangan secara terukur. Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, mendukung pembiayaan Program Prioritas Pemerintah, serta memperkuat kepercayaan pelaku pasar dan investor,” kata Friderica.
Menurut OJK, penilaian Moody’s yang menempatkan Indonesia relatif lebih baik dibandingkan negara sekelasnya mencerminkan kepercayaan terhadap kapasitas kebijakan nasional.
Oleh karena itu, OJK akan terus mendukung penguatan koordinasi nasional guna menciptakan kebijakan yang selaras dan konsisten.
Sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK juga menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperluas dukungan pembiayaan bagi pembangunan jangka menengah dan panjang. (red).




