BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSeni BudayaSosial

Maulid Nabi di Wonosobo Pacitan: KH. Mahmud Ajak Masyarakat Meneladani Akhlak Rasulullah

"Keteladanan Rasulullah SAW menjadi oase moral yang senantiasa relevan"

Pacitan,JBM.co.id-Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk kembali menyegarkan ingatan umat Islam tentang keteladanan Rasulullah dalam membangun kehidupan yang berlandaskan iman, ilmu, dan akhlak.

Semangat itu mewarnai pengajian umum yang digelar warga Dusun Sobo, Desa Wonosobo, Kabupaten Pacitan, sekaligus dirangkai dengan wisuda Iqro’ An Nahdiyah.

Kegiatan yang berlangsung pada 24 Agustus 2026 lalu atau 1448 H tersebut menghadirkan pendakwah yang dikenal luas di tengah masyarakat, KH. Mahmud. Selain aktif berdakwah, KH. Mahmud juga mengemban amanah sebagai Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Pacitan sekaligus tercatat sebagai Ketua PCNU Pacitan periode 2012–2022.

Perpaduan antara peringatan Maulid Nabi dan wisuda Iqro’ memberikan pesan yang mendalam. Keduanya bertemu pada satu titik penting: pendidikan umat yang tidak hanya mengejar kecakapan membaca, tetapi juga menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan Rasulullah SAW.

Wisuda Iqro’ bukan sekadar seremoni berakhirnya proses belajar pada tahap tertentu. Lebih dari itu, ia menjadi simbol tumbuhnya generasi yang diperkenalkan sejak dini kepada Al-Qur’an. Dari kemampuan mengenal huruf dan membaca, diharapkan tumbuh kecintaan untuk memahami, mengamalkan, dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan.

Sementara Maulid Nabi mengajak jamaah untuk tidak berhenti pada kegembiraan memperingati kelahiran Rasulullah. “Peringatan tersebut semestinya menjadi ruang untuk melakukan refleksi: sejauh mana umat hari ini mampu menghadirkan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari—dalam keluarga, bermasyarakat, bekerja, maupun menjalankan amanah,”ujar KH. Mahmud, Sabtu (29/8).

Kehadiran KH. Mahmud sebagai pendakwah sekaligus aparatur yang mendapat amanah memimpin lembaga pengawasan pemerintahan daerah juga memberikan warna tersendiri bagi kegiatan tersebut.

Nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, keadilan, dan keteladanan merupakan prinsip yang relevan, bukan hanya dalam kehidupan beragama, tetapi juga dalam menjalankan tugas kemasyarakatan dan pemerintahan.

Di tengah kehidupan yang semakin kompleks, keteladanan Rasulullah SAW menjadi oase moral yang senantiasa relevan. “Rasulullah mengajarkan bahwa kemuliaan manusia tidak semata-mata diukur dari kedudukan, melainkan dari akhlak, kejujuran, kepedulian, dan kemanfaatannya bagi sesama,” tegasnya.

Karena itu, momentum Maulid Nabi di Dusun Sobo diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Ia dapat menjadi ruang memperkuat ukhuwah, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah, serta membangun kesadaran bahwa pendidikan agama merupakan investasi paling penting bagi masa depan generasi.

Sebab, dari anak-anak yang hari ini belajar membaca Al-Qur’an, kelak diharapkan lahir generasi yang bukan hanya fasih melafalkan ayat-ayat-Nya, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilainya dalam perilaku. Dari sanalah peringatan Maulid menemukan maknanya: mengenang Rasulullah dengan hati, mencintainya dengan lisan, dan meneladaninya melalui akhlak serta perbuatan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button