BeritaDaerahEkonomiLingkungan HidupPariwisataPemerintahanPendidikanSeni BudayaSosial

Kontes Bonsai dan Tanaman Hias Lokal Meriahkan HUT ke-281 Pacitan, Dorong Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Hijau

"Melalui kontes dan pameran bonsai serta tanaman hias ini, kami ingin ikut memeriahkan HUT Pacitan ke-281 sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Bonsai dan tanaman hias bukan sekadar seni, tetapi juga bagian dari kekayaan hayati yang perlu dijaga"

Pacitan,JBM.co.id- Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281, sebuah kegiatan berbasis lingkungan dan edukatif akan digelar berupa kontes dan pameran bonsai serta tanaman hias lokal terbuka. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana edukasi, pelestarian hayati, serta penguatan ekonomi kreatif masyarakat.

Kegiatan tersebut bertajuk “Pacitan Ngrembaka”. Kontes dan pameran bonsai ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh siapa saja yang memiliki koleksi bonsai maupun tanaman hias. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Februari 2026, dengan masa pendaftaran peserta dibuka pada 2–3 Februari 2026 dan dipusatkan di Alun-alun kota setempat.

Salah satu penggagas kegiatan, Ketik Fahrudin, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dalam memeriahkan hari jadi Pacitan yang telah berusia lebih dari dua abad. Menurutnya, peringatan hari jadi daerah seharusnya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membawa nilai edukasi dan kebermanfaatan jangka panjang.

“Melalui kontes dan pameran bonsai serta tanaman hias ini, kami ingin ikut memeriahkan HUT Pacitan ke-281 sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Bonsai dan tanaman hias bukan sekadar seni, tetapi juga bagian dari kekayaan hayati yang perlu dijaga,” ujar Ketik, Ahad (1/2/2026).

Ketik yang juga menjabat sebagai Sekretaris Badan Keuangan Daerah (BKD) Pacitan menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi media pemersatu lintas komunitas, mulai dari pembudidaya, kolektor, pecinta tanaman, hingga generasi muda. Selain itu, ajang ini dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan terkait teknik perawatan, pembentukan, serta nilai estetika dan filosofis dari bonsai.

Secara edukatif, bonsai dan tanaman hias memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran ekologis masyarakat. Proses perawatan bonsai, misalnya, mengajarkan kesabaran, ketelatenan, serta keseimbangan antara manusia dan alam. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang saat ini terus didorong oleh berbagai pihak.

Lebih jauh, Ketik menilai bahwa Pacitan memiliki potensi besar di sektor tanaman hias yang belum sepenuhnya tergarap. Dengan kondisi alam yang mendukung dan keanekaragaman flora lokal, Pacitan berpeluang dikenal tidak hanya sebagai daerah tujuan wisata alam, tetapi juga sebagai sentra bonsai dan tanaman hias bernilai ekonomi tinggi.

“Harapannya, kegiatan ini mampu mengangkat citra Pacitan di mata nasional bahkan internasional. Pacitan tidak hanya dikenal sebagai kota wisata, tetapi juga sebagai daerah yang kaya akan sumber daya hayati dan memiliki komunitas kreatif yang peduli lingkungan,” jelasnya.

Selain menjadi ajang pamer karya, kontes ini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya ekonomi hijau berbasis komunitas. Melalui pertemuan antarpegiat tanaman hias, terbuka peluang kerja sama, pemasaran, hingga peningkatan nilai jual produk tanaman lokal yang ramah lingkungan.

Dengan konsep terbuka dan inklusif, kontes dan pameran bonsai serta tanaman hias ini diharapkan menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT Pacitan ke-281 yang berkesan, edukatif, dan berdampak positif bagi masyarakat serta lingkungan.(Red/yun). 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button