
Jbm.co.id-SURAKARTA | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta menargetkan kembali merebut posisi runner-up umum dengan 92 emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XVII 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta, Her Suprabu, saat ditemui insan media di Griya Solopos, Surakarta, Minggu (30/8/2026).
Her Suprabu menegaskan KONI Surakarta mengandalkan kombinasi antara cabang olahraga (cabor) beladiri, permainan, serta olahraga akurasi yang memiliki rekam jejak juara.
“Kita targetkan menjadi peringkat kedua cabang andalan pencak silat, tinju, anggar, wushu, yseni bela diri. Itu banyak. Kita 92 emas,” kata Her Suprabu.
Meski demikian, sistem Si Sakti menjadi persoalan bagi para atlet Surakarta.
“Karena kan para atlet yang dari Solo itu kan sangat mengeluh karena mereka sudah lolos dan sertifikasi, tapi mereka tidak lolos,” terangnya.
Oleh karena itu, Her Suprabu sudah membuat surat resmi, terutama KONI Soloraya, lantaran Si Sakti memang sangat menghambat verifikasi atlet.
“Karena ada mereka sudah lolos BK, tapi masih di verifikasinya masih belum lolos. Ada juga yang Porprov sebelumnya sudah membela Solo masih dipermasalahkan. Ini kita KONI Soloraya sudah bikin surat secara resmi agar ini segera diselesaikan,” jelasnya.
Oleh karena itu, Her Suprabu meminta para atlet yang sudah lolos BK wajib diikutkan di Porprov Jateng, apalagi cabang olahraga balap motor, panahan dan taekwondo sebagai andalan pendulang emas.
“Balap ini bagus, walau kita targetnya tiga emas ya untuk balap motor, kalau panahan kan andalannya Solo dan Taekwondo salah satu penyumbang emas kita,” kata Her Suprabu.
Terkait atlet muda Surakarta, Her Suprabu mengakui tidak mengalami kendala mengenai penjaringan atlet muda di Surakarta.
“Oh, enggak ada kesulitan. Pembinaan aman. Itu dari anak-anak sekolah. Kita tentunya sosialisasi ke sekolah-sekolah, kita ada KONI Goes to School,” pungkasnya. (putu wiguna).




