BaliBeritaDaerahDenpasar

Danamon Matsuri 2026 Satukan Bali-Jepang dalam Panggung Kolaborasi Lewat Budaya Komunitas dan Peluang

Jbm.co.id-DENPASAR | PT Bank Danamon Indonesia Tbk Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) menjadikan Danamon Matsuri 2026 sebagai ruang kolaborasi untuk mempertemukan komunitas Bali dan Jepang, sekaligus memperkuat hubungan budaya, bisnis, dan UMKM.

Pimpinan Regional PT Bank Danamon Indonesia Tbk Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) I Gusti Agus Indrawan mengatakan sebenarnya kegiatan ini bernama Festival Danamon, namun dikemas dengan konsep Danamon Matsuri dengan mengangkat tema “Bridging Japan and Bali through Culture, Community, and Opportunity”.

Menariknya, kegiatan tersebut menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari Fun Run, senam ibu-ibu, fashion show, pertunjukan budaya, pameran otomotif hingga keterlibatan pelaku UMKM dan berbagai komunitas.

Agus Indrawan menjelaskan, pemilihan konsep Jepang tidak terlepas dari hubungan historis yang erat antara Indonesia, khususnya Bali, dengan Jepang dalam bidang pendidikan, sosial, dan budaya.

Disisi lain, Bank Danamon merupakan bagian dari kelompok keuangan asal Jepang, dengan lebih dari 90 persen saham dimiliki MUFG. Basis nasabah Bank Danamon di Bali juga banyak berasal dari Jepang.

“Danamon berkolaborasi dengan Japan Bali Club serta berbagai komunitas Jepang lainnya. Kami ingin menyajikan sesuatu yang berbeda dari para kompetitor melalui wadah kolaborasi budaya ini,” kata Agus Indrawan, saat diwawancarai insan media, dalam acara Danamon Matsuri 2026 di Jalan Hayam Wuruk 246 Denpasar, Sabtu, 19 September 2026.

Menurut Agus Indrawan, Danamon Matsuri tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi dirancang untuk mempertemukan komunitas dan pelaku UMKM dalam satu ekosistem kolaborasi.

Berbagai komunitas dilibatkan, mulai dari otomotif seperti Royal Enfield, beladiri Taekwondo hingga kelompok cosplay.

Bank Danamon juga mendorong UMKM untuk memanfaatkan transaksi non-tunai berbasis QRIS.

Menariknya, kegiatan tersebut turut menghadirkan kendaraan yang didatangkan dari pabrikan Jepang, termasuk Toyota Crown klasik. Kehadiran mobil-mobil lawas tersebut menarik perhatian pengunjung, termasuk warga Jepang yang hadir.

Untuk pertunjukan budaya, Danamon Matsuri menggabungkan budaya Bali dan Jepang. Budaya lokal ditampilkan melalui Mesatua Bali, parade Gebogan dan Tari Kecak, sementara budaya Jepang dihadirkan melalui Taiko.

“​Untuk pertunjukan panggung, kami mengangkat budaya lokal Bali melalui Mesatua Bali (tradisi mendongeng Bali), parade Gebogan, serta Tari Kecak,” terangnya.

Agus Indrawan mengatakan perpaduan Tari Kecak dengan Taiko menjadi simbol keharmonisan dan semangat kolaborasi dua budaya yang berbeda.

Menurutnya, sebagai orang Bali, dirinya ingin memastikan budaya lokal tetap mendapat ruang dalam kegiatan tersebut. Melalui Mesatua Bali, generasi muda juga diharapkan tetap mengingat dan menjaga bahasa daerah.

“Balinese people atau cerita Bali street view itu harus benar-benar bisa kita dapatkan. ​Ada bedanya apa? Nah, ini yang menarik. Disini kita juga mengambil komunitas-komunitas luar. Makanya, komunitas kita pertemukan dengan para pelaku disini,” ujarnya.

Pada hari kedua, Bank Danamon juga memberikan panggung bagi komunitas hiburan melalui penampilan Caplut Band mulai pukul 08.00 WITA.

“Kita kasih panggung pertemukan dengan orang-orang Jepang ini atau ada nasabah-nasabah yang butuh bank, ya akan kontak. Nah, kita mencoba mempertemukan. Jadi, mensinergikan dan mengkoneksikan dalam satu wadah kolaborasi,” terangnya.

Agus Indrawan menegaskan, konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Danamon membangun hubungan yang lebih luas dengan komunitas, masyarakat, dan pelaku usaha.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari ekonom senior, bankir, dan akademisi Dr. Trisno Nugroho. Ia menilai Danamon Matsuri mampu menghidupkan UMKM melalui digitalisasi sekaligus menjadi ruang bagi anak muda mengenal budaya Jepang dan Bali.

“Ya, meramaikan acara di Bali dengan berbagai komunitas. Ada motor, mobil dan kesenian Jepang. Ada acara-acara yang saya kira menarik buat anak-anak muda mengenal budaya Jepang dan juga Bali,” kata Trisno Nugroho.

Trisno Nugroho berharap Danamon Matsuri dapat digelar secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin setiap tahun.

“Mudah-mudahan bisa setiap tahun kita lakukan. Jadi ini akan menjadi event rutin,” paparnya.

Sementara itu, Branch Network Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk Eka Dinata mengatakan Danamon sebagai bank di bawah kepemilikan MUFG ingin membangun ekosistem dengan menonjolkan identitas sebagai bank berkonsep Jepang.

Selama ini, Bank Danamon telah memiliki berbagai program yang berkaitan dengan Jepang, termasuk kemitraan kartu kredit dengan restoran Jepang dan fasilitas airport transfer bagi nasabah yang melakukan perjalanan ke Jepang.

Eka Dinata mengatakan kantor wilayah di berbagai daerah menggelar kegiatan yang mempertemukan komunitas lokal dengan komunitas Jepang.

Menurutnya, Danamon Matsuri di Bali yang diinisiasi Kantor Wilayah Bali dan Nusra dibawah pimpinan I Gusti Agus Indrawan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasinya.

“Kegiatan melibatkan penampilan tari Kecak serta pertunjukan dari Yayasan Jepang-Bali. Selain itu, disajikan pula perpaduan kuliner khas Jepang dan lokal,” kata Eka Dinata.

Oleh karena itu, Eka Dinata berharap Danamon Matsuri 2026 secara perdana di Bali tersebut dapat menjadi agenda tahunan dengan berbagai inovasi baru, sekaligus memperkuat ekosistem dan engagement warga Jepang yang tinggal maupun berbisnis di Bali.

Dari sisi layanan, Bank Danamon juga menyediakan transaksi valuta asing melalui aplikasi D-Bank PRO. Nasabah dapat melakukan transaksi valas secara online tanpa harus datang ke kantor cabang.

“Itu mendukung transaksi untuk 13 mata uang asing, termasuk Yen Jepang (JPY), Dolar AS (USD), dan Dolar Singapura (SGD). Itu ​sangat membantu warga negara asing (WNA) atau warga Jepang di Bali yang perlu mengonversi dana ke Rupiah untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Eka Dinata.

Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Prof. Dr. Drs. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si., atau Cok Ace, mengapresiasi penyelenggaraan Danamon Matsuri 2026.

Sebagai nasabah Bank Danamon, Cok Ace berharap kegiatan tersebut kembali digelar pada tahun berikutnya dengan melibatkan lebih banyak komunitas, termasuk komunitas kuliner.

“Saya hadir sebagai nasabah yang membanggakan. Saya sudah puluhan tahun menjadi nasabah Danamon dan sampai sekarang masih tetap setia,” kata Cok Ace.

Cok Ace juga berharap Bank Danamon semakin memperkuat pembinaan dan memberikan akses permodalan bagi pelaku UMKM.

“Saya kira, di masa depan hubungan baik ini bisa terus dijaga dan ditingkatkan,” terangnya.

Menurut Cok Ace, kolaborasi antara Bali dan Jepang dapat menjadi kekuatan tersendiri bagi pengembangan hubungan Bank Danamon dengan nasabah maupun pelaku usaha.

“​Jika ada pengusaha yang pengelolaan usahanya masih kurang bagus, tolong dibina. Bagi perusahaan yang masih membutuhkan modal, sekiranya dapat dibantu akses permodalannya sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga usaha mereka bisa naik kelas,” tutupnya.

Reporter: Ace Wiguna

Redaktur: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button