Kompetisi Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak, Dua Tim Pelajar Pacitan Siap Ukir Prestasi di Ponorogo
"Turnamen tersebut tidak semata-mata menjadi ajang adu kemampuan di lapangan. Lebih dari itu, kompetisi diharapkan menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk membangun silaturahmi, mengembangkan potensi, sekaligus menorehkan prestasi melalui olahraga"

Pacitan,JBM.co.id-Kompetisi Bahlil Mini Soccer Tahun 2026 memasuki babak yang semakin menarik. Semangat dan antusiasme pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur bakal tersaji dalam pertandingan Zona V yang digelar di Kabupaten Ponorogo, Kamis–Jumat, 3–4 September 2026.
Kabupaten Pacitan turut ambil bagian dengan mengirimkan dua tim terbaiknya, yakni SMK Negeri 1 Nawangan dan SMK Negeri 3 Pacitan. Keduanya siap membawa nama Pacitan sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik di ajang mini soccer tingkat pelajar se-Jawa Timur tersebut.
Kompetisi Bahlil Mini Soccer 2026 ini diselenggarakan oleh DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur bersama Radar Jawa Pos se-Jawa Timur. Untuk Zona V, pertandingan mempertemukan 16 tim pelajar yang berasal dari Pacitan, Ponorogo, Madiun, Magetan, dan Ngawi.
Ke-16 tim tersebut yakni SMA Negeri 1 Ponorogo, SMA Negeri 1 Dagangan, SMA Muhammadiyah Ponorogo (MUHIPO), SMK Negeri 2 Jiwan, SMK Negeri 1 Madiun, SMK Negeri Bendo, MAN 2 Kota Madiun, SMK Negeri 3 Pacitan, MAN 2 Ponorogo, SMK Negeri 1 Nawangan, SMA Negeri 1 Babadan, SMA Negeri 1 Widodaren, MA Darul Falah, SMA Negeri 1 Maospati, SMK Negeri 1 Jenangan, serta SMK PGRI Ngawi.
Ketua DPD Partai Golkar Pacitan, Lancur Susanto, mengatakan turnamen tersebut tidak semata-mata menjadi ajang adu kemampuan di lapangan. Lebih dari itu, kompetisi diharapkan menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk membangun silaturahmi, mengembangkan potensi, sekaligus menorehkan prestasi melalui olahraga.
“Kompetisi Bahlil Mini Soccer ini kami manfaatkan sebagai wadah membangun silaturahmi antar pelajar, membangun prestasi dalam karya kekaryaan, sekaligus sebagai wadah adu prestasi yang sangat positif dalam bidang olahraga,” ujar Lancur, Rabu (2/9).

Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang dan jembatan yang sehat untuk menyalurkan energi, bakat, serta semangat kompetitif mereka. Karena itu, kegiatan olahraga seperti mini soccer dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus mempererat hubungan antarpelajar dari berbagai daerah.
“Generasi muda perlu kita jembatani dalam adu prestasi,” tegasnya.
Sementara itu, Darojat, perwakilan tim mini soccer SMK Negeri 1 Nawangan, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada timnya untuk ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Ia menilai turnamen di Ponorogo menjadi kesempatan berharga bagi para pemain muda untuk menambah pengalaman sekaligus menguji kemampuan menghadapi tim-tim dari daerah lain.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan untuk mengikuti Kompetisi Bahlil Mini Soccer di Ponorogo. Hal ini akan kami gunakan untuk mencari pengalaman dalam mengukir prestasi. Kami targetkan bisa lolos sampai final,” kata Darojat.
Optimisme serupa disampaikan Roni, official tim SMK Negeri 3 Pacitan. Ia mengaku bersyukur timnya dipercaya mewakili Pacitan dalam turnamen tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya sehingga SMK Negeri 3 Pacitan dapat mengikuti turnamen mini soccer di Ponorogo. Insyaallah anak-anak kami siap bertanding. Untuk itu, mohon doa restunya dari warga Pacitan,” ujarnya.
Dua wakil Pacitan tersebut kini bersiap menghadapi persaingan ketat di Zona V. Bukan hanya kemenangan yang menjadi tujuan, tetapi juga pengalaman, sportivitas, persahabatan, dan kesempatan bagi para pelajar untuk menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi jalan menuju prestasi.
Kompetisi Bahlil Mini Soccer 2026 pun terus melaju menuju puncak. Dari lapangan hijau Ponorogo, semangat generasi muda Pacitan siap berkibar, membawa harapan untuk melangkah lebih jauh.(Red/yun).



