BadungBaliBeritaDaerahPolitik

Tim Task Force Hanura Panaskan Mesin Politik di Bali Menuju Pemilu 2029

Jbm.co.id-BADUNG | Tim Task Force atau Satuan Tugas DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) melakukan kunjungan ke Bali untuk memberikan suntikan motivasi kepada kader-kader Partai Hanura di Bali, Rabu, 2 September 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi nasional Hanura untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus memanaskan mesin partai sejak dini menghadapi Pemilu 2029.

Kehadiran Tim Task Force di Bali diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara jajaran DPP dan pengurus partai di daerah. Selain mengevaluasi kesiapan organisasi, agenda tersebut juga menjadi momentum untuk memetakan kondisi kepengurusan serta memastikan target konsolidasi berjalan hingga tingkat kecamatan dan desa.

Secara nasional, Tim Task Force mendapat mandat untuk mempercepat konsolidasi struktur Hanura hingga mencakup sekitar 83.000 desa. Penguatan struktur tersebut ditargetkan dilakukan secara bertahap pada 2026-2027 sebagai fondasi organisasi dalam menyongsong tahapan Pemilu 2029.

Kunjungan ke Bali sekaligus menjadi bagian dari evaluasi kesiapan struktur partai di daerah. Tim Task Force memiliki kewenangan untuk mengevaluasi kinerja pengurus di tingkat daerah, termasuk DPD dan DPC, khususnya dalam memenuhi target konsolidasi dan menjalankan fungsi organisasi.

Bagi kepengurusan yang dinilai tidak mampu memenuhi target, Hanura menyiapkan sejumlah opsi evaluasi, termasuk pemberian sanksi hingga perombakan atau reshuffle kepengurusan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya DPP memastikan struktur organisasi di seluruh daerah bergerak sesuai target yang telah ditetapkan.

Selain memperkuat struktur organisasi, Tim Task Force juga mendorong penerapan mekanisme elektoral yang lebih terukur. Potensi kader dan bakal calon legislatif akan dipetakan melalui survei secara berkala untuk mendapatkan gambaran mengenai kekuatan kader serta potensi elektoral Hanura di masing-masing wilayah.

Ditengah agenda konsolidasi tersebut, Hanura juga membuat gebrakan dengan mengganti logo partai menggunakan simbol singa. Pergantian tersebut tidak sekadar menyangkut atribut, tetapi diklaim sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh untuk membangkitkan kembali daya juang kader menjelang Pemilu 2029.

Ketua Task Force Partai Hanura, Patrice Rio Capella meminta seluruh kader, mulai dari tingkat pusat hingga ranting, bergerak dalam satu komando untuk mempromosikan sekaligus menggunakan branding baru partai.

Menurut Rio Capella, singa dipilih, karena merepresentasikan kekuatan, keberanian, ketangguhan, semangat, dan daya juang. Simbol tersebut diharapkan mampu menjadi identitas baru yang mendorong para kader, termasuk calon anggota legislatif Hanura, menjadi “singa-singa petarung” yang mampu membawa partai kembali meraih kejayaan.

Perubahan logo tersebut juga disebut telah memunculkan optimisme baru di internal partai. Hanura tidak hanya melakukan pembaruan terhadap logo, tetapi juga memperbarui mars, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hingga struktur organisasi.

Seluruh atribut partai, mulai dari bendera, kop surat, papan nama DPC, hingga kaos, diwajibkan menggunakan logo baru. Untuk memberikan waktu penyesuaian, Hanura menetapkan masa transisi hingga awal 2027.

Bagi Hanura Bali, rangkaian konsolidasi dan pembaruan identitas tersebut menjadi momentum untuk menyelaraskan langkah organisasi daerah dengan agenda DPP. Penguatan koordinasi diharapkan membuat struktur partai di Bali semakin solid, efektif, sekaligus siap menjalankan strategi pemenangan menuju Pemilu 2029.

Konsolidasi Tim Task Force diharapkan tidak berhenti pada pembenahan kepengurusan, tetapi berlanjut pada penguatan kader dan jaringan partai hingga tingkat paling bawah. Dengan struktur yang lebih solid dan pemetaan potensi elektoral yang lebih terukur, Hanura berupaya menyiapkan mesin politik lebih awal untuk menghadapi Pemilu 2029.

Hanura membawa semangat baru melalui simbol singa. Pesan yang diusung partai cukup tegas: “Singa Hanura akan keluar dari kandangnya untuk mengaum.”

Reporter: Ace Wiguna/ Agung S

Redaktur: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button