BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSosial

KH Mahmud: Harta untuk Orang Tua Adalah Ibadah, Jangan Habis untuk Hal Tak Jelas

"Kamu harus bangga jika hartamu habis untuk berbakti kepada orang tua, berarti habis untuk ibadah"

Pacitan,JBM.co.id-Seorang pendakwah kondang, KH Mahmud, menegaskan pentingnya memanfaatkan harta di jalan yang diridhai Allah SWT, khususnya untuk berbakti kepada orang tua. Dalam penjelasannya pada wartawan, Selasa (3/3/2026), ia mengingatkan agar tidak menyia-nyiakan rezeki untuk hal-hal yang tidak jelas dan perbuatan maksiat.

KH Mahmud menyampaikan pesan tegas namun penuh makna. “Kamu harus bangga jika hartamu habis untuk berbakti kepada orang tua, berarti habis untuk ibadah. Kaya apa hinanya kamu jika hartamu habis dipakai buat yang tidak jelas, buat nakal,” ujarnya.

Menurutnya, berbakti kepada orang tua bukan sekadar kewajiban moral, tetapi juga perintah agama yang memiliki nilai ibadah besar. Harta yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan orang tua, membantu pengobatan, mencukupi kebutuhan sehari-hari, hingga membahagiakan hati mereka, dinilai sebagai amal saleh yang pahalanya terus mengalir.

KH Mahmud menjelaskan bahwa banyak orang merasa bangga ketika mampu menghabiskan uang untuk gaya hidup, hiburan berlebihan, atau kesenangan sesaat. Padahal, jika harta tersebut digunakan untuk kepentingan orang tua, nilainya jauh lebih tinggi di sisi Allah SWT.

Ia juga mengingatkan bahwa rezeki yang dimiliki seseorang bukan semata hasil kerja keras pribadi, melainkan ada doa dan pengorbanan orang tua di dalamnya. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya anak membalasnya dengan perhatian, kepedulian, dan dukungan materi jika mampu.

“Jangan sampai kita menyesal ketika orang tua sudah tiada, sementara kita dulu pelit membantu mereka, tetapi mudah mengeluarkan uang untuk hal yang sia-sia,” tambahnya.

Dalam ulasannya, KH Mahmud menekankan bahwa ukuran kehormatan seseorang bukan pada banyaknya harta, tetapi pada bagaimana harta itu digunakan. Ia mengajak umat untuk menjadikan setiap rupiah yang dikeluarkan sebagai ladang pahala, bukan sumber penyesalan.

KH Mahmud berharap masyarakat semakin sadar bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh kemewahan hidup, melainkan oleh kepedulian dan ketaatan kepada Allah SWT, terutama dalam berbakti kepada kedua orang tua.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button