Kapolres Ayub Terpukau Keragaman Budaya Jelang Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan, Ziarah Leluhur Jadi Terapi Spiritual
"Saya benar-benar merasakan energi kebersamaan dan kearifan lokal yang luar biasa. Tradisi ini bukan sekadar ritual, tapi juga pengingat jati diri masyarakat Pacitan"

Pacitan,JBM.co.id- Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281, suasana khidmat dan sarat makna budaya begitu terasa di berbagai penjuru daerah. Rangkaian tradisi yang digelar tak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang refleksi spiritual dan kebersamaan lintas elemen masyarakat.
Untuk pertama kalinya sejak menjabat, Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, turut mengikuti secara langsung rangkaian kegiatan adat tersebut. Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam baginya.
“Saya benar-benar merasakan energi kebersamaan dan kearifan lokal yang luar biasa. Tradisi ini bukan sekadar ritual, tapi juga pengingat jati diri masyarakat Pacitan,” ungkapnya usai mengikuti prosesi ziarah makam leluhur, Jumat (13/2/2026).
Salah satu agenda yang menurutnya paling menyentuh adalah ziarah ke makam para leluhur dan tokoh pendiri daerah. Prosesi yang dilakukan dengan doa bersama dan tabur bunga itu menjadi momen refleksi batin. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk terapi spiritual yang menenangkan sekaligus menguatkan komitmen pengabdian.
“Ketika kita berdiri di pusara para pendahulu, ada rasa haru dan kesadaran bahwa apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan mereka. Itu menjadi pengingat untuk bekerja lebih tulus dan amanah,” ujar Kapolres berdarah Betawi ini.
Keragaman budaya yang ditampilkan menjelang Hari Jadi ke-281 ini juga menjadi simbol harmoni masyarakat Pacitan. Dari kirab budaya, doa lintas tokoh masyarakat, hingga tradisi ziarah yang sarat nilai historis, semuanya berpadu dalam semangat guyub rukun.
Menurutnya, kekayaan budaya lokal seperti ini merupakan modal sosial yang sangat kuat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menilai, budaya yang terawat dengan baik akan memperkuat persatuan serta mempererat sinergi antara aparat dan warga.
Sebagai Kapolres, ia pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya daerah. Baginya, menjaga keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga merawat nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat.
Hari Jadi Pacitan ke-281 bukan sekadar penanda usia, melainkan momentum untuk meneguhkan identitas dan memperkuat semangat kebersamaan. Dan bagi Kapolres Ayub, pengalaman mengikuti tradisi ini menjadi catatan pribadi yang tak terlupakan selama masa tugasnya di Kota 1001 Goa tersebut.(Red/yun).




