Harga Pangan Berfluktuasi Awal Februari, Pemkab Pacitan Imbau Masyarakat Tetap Tenang
"Kenaikan harga cabai dan bawang merah ini merupakan fenomena musiman. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan memastikan ketersediaan pasokan agar inflasi tetap terkendali"

Pacitan,JBM.co.id-Kabupaten Pacitan mencatatkan inflasi sebesar 5,12 persen pada Minggu ke-1 Februari 2026. Kenaikan ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan strategis, terutama cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah, yang mengalami peningkatan harga dibandingkan rata-rata Januari 2026.
Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS), posisi IPH Kabupaten Pacitan pada Minggu ke-1 Februari 2026 menempati peringkat ke-7 secara nasional, peringkat ke-4 di Provinsi Jawa Timur, serta peringkat ke-4 di Pulau Jawa. Capaian tersebut menunjukkan bahwa dinamika harga di Pacitan masih sejalan dengan tren regional dan nasional.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Pacitan, Ayub Setia Budi, menjelaskan bahwa kenaikan harga yang terjadi bersifat sementara dan wajar, terutama dipengaruhi oleh faktor pasokan dan distribusi, khususnya pada komoditas hortikultura yang sensitif terhadap cuaca.
“Kenaikan harga cabai dan bawang merah ini merupakan fenomena musiman. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan memastikan ketersediaan pasokan agar inflasi tetap terkendali,” ujar Ayub, diruang kerjanya, Selasa (10/2/2026).
Secara historis, IPH Kabupaten Pacitan pada bulan Januari 2026 justru menunjukkan penurunan. IPH year on year tercatat sebesar -3,90 persen, IPH year to date sebesar -5,21 persen, serta IPH month to month juga sebesar -5,21 persen. Hal ini menandakan bahwa tekanan harga secara umum masih relatif terkendali.
Memasuki awal Februari, IPH hingga Minggu ke-1 meningkat menjadi 5,12 persen, seiring naiknya harga beberapa komoditas pangan. Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Sejumlah bahan pangan seperti daging sapi, daging ayam ras, dan pisang terpantau stabil. Bahkan, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga, di antaranya beras, minyak goreng, Minyakita, telur ayam ras, dan bawang putih.
Ayub menambahkan, kondisi ini menunjukkan bahwa struktur inflasi di Pacitan masih seimbang, karena kenaikan harga pada sebagian komoditas diimbangi oleh penurunan pada komoditas lainnya.
“Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga, termasuk melalui pemantauan pasar dan penguatan distribusi pangan,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Pacitan juga mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga.(Red/yun).



