BeritaDaerahEkonomiPemerintahanPendidikanPolitikSeni BudayaSosial

Harga Minyak Dunia Merosot, Harapan BBM Nonsubsidi Turun Kembali Menguat di Pacitan. Ini Penjelasan Kadisdagnaker Acep Suherman

"Hingga saat ini belum ada informasi resmi dari Pertamina terkait rencana penyesuaian harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax Green "

Pacitan, JBM.co.id-Angin segar kembali berembus bagi masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Setelah beberapa waktu dibayangi kenaikan harga energi, peluang penurunan harga BBM kini mulai terbuka seiring anjloknya harga minyak mentah dunia akibat meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Sinyal perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama turunnya harga minyak global. Kedua negara dikabarkan telah mengisyaratkan kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Dampaknya langsung terasa di pasar internasional. Pada perdagangan Senin (15/6/2026), harga minyak mentah Brent terkoreksi sebesar US$3,58 atau 4,1 persen menjadi US$83,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dalam, yakni US$4,01 atau 4,72 persen ke level US$80,87 per barel. (Sumber CNN, Red).

Penurunan harga minyak dunia tersebut memunculkan optimisme akan adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi di Indonesia dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pacitan, Acep Suherman, menyambut positif perkembangan tersebut. Menurutnya, meredanya konflik di kawasan Timur Tengah menjadi kabar baik yang diharapkan dapat membawa dampak langsung bagi masyarakat melalui penurunan harga BBM.

“Ini tentu menjadi kabar yang menggembirakan. Semoga segera ada penyesuaian harga, terutama untuk BBM jenis Pertamax Green,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Meski demikian, Acep mengakui hingga saat ini belum ada informasi resmi dari Pertamina terkait rencana penyesuaian harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax Green. Karena itu, pihaknya masih menunggu keputusan yang akan diumumkan oleh perusahaan pelat merah tersebut.

Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi yang sempat terjadi pada 10 Juni lalu, kondisi di Kabupaten Pacitan disebut tetap stabil dan kondusif. Ketersediaan pasokan seluruh jenis BBM di sejumlah SPBU masih terjaga dengan baik tanpa adanya pengurangan distribusi atau delivery order (DO).

“Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi di Pacitan tetap kondusif. Ketersediaan BBM aman dan tidak ada kendala distribusi,” kata Acep.

Dengan tren penurunan harga minyak dunia yang terus berlanjut, masyarakat kini menaruh harapan agar kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi segera dilakukan. Jika terealisasi, langkah tersebut tidak hanya meringankan beban pengguna kendaraan, tetapi juga berpotensi memberikan efek positif terhadap aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button