Gubernur Koster Genjot 22 Proyek Strategis untuk Pemerataan Pembangunan Satukan Badung-Denpasar-Gianyar Digeber hingga 2029

Jbm.co.id-DENPASAR | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memperkuat komitmen pemerataan pembangunan melalui kesepakatan lintas daerah yang melibatkan Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Gianyar di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin, 13 April 2026.
Penandatanganan perubahan perjanjian Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ini sebagai langkah strategis mempercepat pembangunan terintegrasi di Pulau Dewata.
Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mempertegas arah pembangunan Bali yang tidak hanya berfokus pada kawasan selatan, tetapi juga menjangkau wilayah lain secara merata.
Pemerintah daerah sepakat memperkuat sinergi melalui skema BKK, yang bersumber dari kontribusi daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi, terutama dari sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR).
Melalui skema ini, daerah dengan pendapatan besar turut mendukung pembangunan di wilayah lain sebagai bentuk gotong royong dan pemerataan ekonomi. Kebijakan ini sekaligus menjawab tantangan ketimpangan pembangunan yang selama ini terjadi di Bali.
Gubernur Koster menegaskan bahwa Proyek Strategis Provinsi Bali difokuskan untuk meningkatkan konektivitas, memperkuat sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hingga tahun 2028-2029.
Sejumlah proyek prioritas yang akan dikerjakan mencakup pembangunan infrastruktur jalan untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan mobilitas masyarakat. Di antaranya pembangunan Jalan Gatot Subroto Barat-Canggu, Jalan Sunset Road-Mahendradatta, hingga underpass Tohpati di Denpasar.
Selain itu, pembangunan Jalan Baru Batas Kota Singaraja-Mengwitani menjadi proyek kunci untuk membuka akses Bali Utara dan mempercepat distribusi ekonomi dari selatan ke utara. Upaya ini juga diperkuat dengan pembangunan Jalan Lingkar Nusa Penida yang akan mendukung pengembangan pariwisata kepulauan.
Di sektor konektivitas, proyek Jalan Kusamba-Padangbai serta penghubung Pura Batur-Pura Agung Besakih diharapkan tidak hanya mempercepat akses, tetapi juga memperkuat nilai budaya Bali yang berbasis keseimbangan sekala dan niskala.
Pengembangan pelabuhan terpadu seperti Sangsit, Amed, Celukan Bawang, dan Kusamba juga menjadi fokus untuk mendorong distribusi logistik dan pariwisata bahari, sekaligus mengurangi beban wilayah Bali selatan.
Tak hanya infrastruktur, pemerintah juga menaruh perhatian pada sektor budaya dan pertanian. Program restorasi kawasan suci Pura Agung Besakih serta pembangunan pusat pengolahan gabah dan pabrik pakan ternak di Tabanan menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan pelestarian budaya.
Dalam perubahan terbaru, jumlah proyek strategis meningkat dari 20 menjadi 22 proyek. Empat proyek sebelumnya dialihkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintah pusat, sementara enam proyek baru ditambahkan untuk memperkuat pemerataan pembangunan.
Program ini diharapkan mampu mengatasi berbagai persoalan seperti kemacetan, kesenjangan pembangunan antarwilayah, serta keterbatasan infrastruktur di Bali utara, timur, dan barat.
Kesepakatan ini tidak hanya menjadi langkah pembangunan fisik, tetapi juga simbol kuat kebersamaan dan optimisme. Pemerintah Provinsi Bali meyakini, melalui 22 proyek strategis ini, pembangunan yang adil dan merata dapat terwujud dan dirasakan seluruh masyarakat Bali. (red).




