Gubernur Koster Dorong Sport Tourism Bali Bidik Jatiluwih Fun Run 2026 Tembus 10 Ribu Peserta Sambut 100 Tahun Pariwisata Bali

Jbm.co.id-DENPASAR | Gubernur Bali Wayan Koster memimpin langsung rapat persiapan ajang “Jatiluwih Fun Run 2026” di Gedung Kertasabha, Denpasar, Rabu, 29 April 2026.
Event ini merupakan kolaborasi antara ASITA Bali dan Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka menyongsong peringatan satu abad pariwisata Bali pada 2027.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat promosi destinasi unggulan melalui perpaduan olahraga, budaya, dan konsep pariwisata berkelanjutan. Dalam arahannya, Koster menegaskan bahwa ajang lari ini harus dirancang sebagai magnet bagi wisatawan mancanegara dan pelari dari luar daerah.
“Jatiluwih running harus fokus menarik wisatawan atau pelari dari luar Bali. Ini harus didorong. Saya kira pesertanya bisa lebih banyak, 10 ribu masih memungkinkan. Karena ini digagas pelaku pariwisata, maka kolaborasi dengan travel agent harus diperkuat untuk menarik lebih banyak orang datang ke Bali,” kata Gubernur Koster.
Gubernur Koster juga menekankan pentingnya pengelolaan acara secara profesional, terutama kesiapan teknis di lapangan agar event berskala internasional ini berjalan aman, tertib, dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta.
Dukungan turut datang dari Bank Indonesia Provinsi Bali. Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkoordinasi dengan panitia dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kawasan Jatiluwih menawarkan pengalaman unik yang memadukan olahraga, budaya, pertanian, dan kepedulian lingkungan, sekaligus memperkuat citra Bali sebagai destinasi hijau dunia.
Pembatasan Plastik dan Medali dari Bahan Daur Ulang
Erwin juga menekankan pentingnya penerapan konsep ramah lingkungan dalam penyelenggaraan event, termasuk pembatasan penggunaan plastik sekali pakai serta pemanfaatan bahan daur ulang.
“Perpaduan budaya, olahraga, dan pertanian di Jatiluwih akan menjadi experience yang unik. Aspek lingkungan harus dikedepankan, termasuk pembatasan plastik dan medali dari bahan daur ulang agar Bali benar-benar menonjolkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, menjelaskan bahwa Jatiluwih Fun Run 2026 merupakan bagian dari rangkaian besar menuju satu abad pariwisata Bali. Mengusung tema The Journey Begins from Jatiluwih, event ini dirancang sebagai titik awal promosi destinasi wisata unggulan di seluruh kabupaten/kota melalui konsep sport tourism.
Jatiluwih dipilih karena reputasinya sebagai destinasi kelas dunia yang aman, nyaman, serta memiliki lanskap persawahan ikonik. Ajang ini akan menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K, dengan konsep fun run and race yang terbuka untuk pelari profesional maupun masyarakat umum.
“Running kini menjadi gaya hidup global. Melalui Bali Tourism Run, kami ingin memperkenalkan destinasi unggulan di setiap kabupaten, dimulai dari Jatiluwih. Ini bukan hanya event olahraga, tetapi juga promosi pariwisata berkelas internasional yang berkelanjutan,” kata Winastra.
Penyelenggara menargetkan sedikitnya 2.000 peserta pada pelaksanaan tahun ini, dengan peluang peningkatan signifikan seiring dukungan pemerintah dan industri pariwisata. Pendaftaran dijadwalkan mulai dibuka pada Mei 2026.
Selain menonjolkan panorama jalur persawahan, event ini juga dirancang untuk mendukung kebijakan pengurangan sampah plastik serta mendorong pelibatan UMKM lokal.
Melalui sinergi pemerintah, industri, dan lembaga keuangan, Jatiluwih Fun Run 2026 diharapkan menjadi agenda tahunan strategis yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism dunia menjelang perayaan satu abad pariwisata. (red).



