
Jbm.co.id-DENPASAR | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting tingkat provinsi serta peringkat pertama kategori pengendalian inflasi tingkat provinsi pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Jawa-Bali di Yogyakarta.
Untuk itu, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bali, I Wayan Disel Astawa memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Bali meraih dua penghargaan nasional dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.

Disel Astawa menegaskan capaian tersebut menunjukkan keberhasilan tata kelola pemerintahan dibawah kepemimpinan Wayan Koster dalam menjaga stabilitas daerah serta mendorong kesejahteraan masyarakat ditengah tantangan ekonomi global.
“DPRD Bali mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Koster dan kinerjanya. Ini merupakan pengakuan pemerintah pusat atas capaian tata kelola pemerintahan yang dijalankan dengan regulasi yang tepat dan kepekaan kepemimpinan,” kata Disel Astawa saat dikonfirmasi awak media di Denpasar, Jumat, 5 Juni 2026.
Politisi Partai Gerindra itu menilai keberhasilan Bali tidak terlepas dari harmonisasi hubungan antar kabupaten/kota serta sinergi lembaga pemerintahan yang selama ini terbangun dengan baik.
Menurutnya, kondisi tersebut mendukung implementasi berbagai program strategis pemerintah daerah, khususnya dalam pengendalian inflasi, penanggulangan kemiskinan, dan percepatan penurunan stunting.
Disel Astawa juga menyoroti pentingnya stabilitas daerah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Bali, terutama sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
“Stabilitas Bali memberi ruang bagi pergerakan ekonomi yang sehat. Pariwisata tetap tumbuh, sektor pendukung bergerak, dan ini berdampak pada terciptanya peluang kerja serta terkendalinya inflasi,” kata Disel Astawa.
Meski mengapresiasi berbagai capaian Pemprov Bali, Disel Astawa menegaskan pelayanan rumah sakit masih perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait sistem rujukan pasien.
Menurutnya, koordinasi antara rumah sakit dan pemerintah perlu diperkuat agar pelayanan kesehatan masyarakat bisa berjalan lebih cepat dan tepat.
“Kadang keburu meninggal orang itu, barulah dapat rujukan atau minimal kenal pejabat. Kalau tidak pasti susah dapat rujukan. Padahal izin-izin bangunan dan lain-lainnya untuk bangun rumah sakit tidak terlepas dari tangan pemerintah,” paparnya.
Disel Astawa menambahkan, pembenahan sektor kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan stunting di Bali.
Disel Astawa berharap capaian penghargaan nasional tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data serta menjaga stabilitas keamanan, sosial, ekonomi, dan budaya Bali.
“Dibalik keberhasilan tersebut, mari kita tingkatkan kembali terus bekerja, berusaha memberikan program terbaik buat masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan, sosial ekonomi dan budaya Bali,” kata Disel Astawa.
Oleh karena itu, Disel Astawa berharap capaian tersebut dapat memperkuat semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Bali.
“Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tata kelola pemerintahan di Bali telah memprioritaskan aspek-aspek mendasar dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Ini sangat kami apresiasi,” tegasnya.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menyebutkan Malam Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Jawa-Bali merupakan momen apresiasi bagi Pemerintah Daerah Regional Jawa Bali yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, apresiasi ini merupakan bagian dari upaya kementerian dalam negeri (Kemendagri) untuk mendorong peningkatan kinerja dan inovasi Pemerintah Daerah.
“Acara ini bertujuan untuk memberikan reward atau penghargaan kepada rekan-rekan atas kinerjanya sehingga timbul iklim kompetisi dan semangat bersaing yang sehat,” kata Mendagri Tito Karnavian.
Tito Karnavian menekankan bahwa ditengah banyaknya kasus hukum yang menjerat oknum kepala daerah, masing banyak kepala daerah yang memiliki kinerja dan prestasi yang bagus.
“Ini perlu diangkat bahwa banyak juga pemimpin-pemimpin yang bagus sehingga ada kepercayaan dari publik kepada para kepala daerah,” jelasnya.
Terdapat empat kategori penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah mulai dari tingkat Kabupaten, Kota hingga Provinsi di Wilayah Jawa-Bali antara lain: Kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, Kategori Creative Financing, Kategori Pengendalian Inflasi, dan Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran.
Pemerintah Provinsi Bali berhasil memboyong peringkat 1 dalam dua kategori sekaligus yaitu peringkat 1 dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting Tingkat Provinsi, dan Peringkat 1 dalam Kategori Pengendalian Inflasi Tingkat Provinsi.
Selain menerima trofi penghargaan, Provinsi Bali juga memperoleh insentif apresiasi dengan total Rp 6 Miliar untuk dua capaian peringkat 1 yang diperoleh. Dimana untuk tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota diberikan penghargaan masing-masing sebesar 1 Miliar untuk Peringkat 3, 2 Miliar untuk peringkat 2 dan 3 Milyar untuk Peringkat 1.
Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa sistem penilaian tahun ini dibagi enam regional sebagai upaya menciptakan kompetisi yang lebih adil bagi seluruh daerah, termasuk daerah dengan kapasitas fiskal yang terbatas.
“Untuk Bali tidak kita gabungkan dengan regional NTB, NTT karena kalau masuk regional itu pasti akan menang lagi. Bali masuk regional Jawa-Bali pun menang lagi,” kelakar Mendagri melihat banyaknya penghargaan Tingkat Kabupaten, Kota dan Provinsi yang di boyong oleh Pemda Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster hadir langsung dalam malam apresiasi tersebut. Gubernur Koster menerima penghargaan peringkat pertama sebagai pemerintah Daerah Berprestasi kategori Pengendalian Inflasi yang diserahkan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.
Kemudian, selanjutnya Gubernur Koster menerima penghargaan peringkat pertama nasional sebagai pemerintah Daerah Berprestasi Penanggulangan Kemiskinan dan penurunan stunting yang diserahkan Menteri Perumahan dan Permukiman RI Maruarar Sirait.
Diketahui dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, penghargaan untuk tingkat kabupaten, Kota dan Provinsi sebagian besar diterima oleh Bali. Dimana Peringkat 1 tingkat Kabupaten diraih oleh Kabupaten Badung disusul Peringkat 2 dan 3 diperoleh oleh Kabupaten Gianyar dan Tabanan sedangkan Peringkat 1 tingkat Kota diterima oleh Kota Denpasar.
Selain itu, Kabupaten Gianyar juga memperoleh Peringkat Terbaik 3 dalam Kategori Creative Financing Tingkat Kabupaten dan Kota Denpasar memperoleh Peringkat Terbaik 3 dalam Kategori penurunan Tingkat Pengangguran Tingkat Kota. (ace).




