BeritaDaerahKesehatanPemerintahanSosial

Dinkes Pacitan Pastikan Ambulans Tetap Prima di Tengah Pelemahan Rupiah, Keselamatan Pasien Jadi Prioritas

"Mayoritas ambulans yang digunakan di 24 UPT Puskesmas merupakan kendaraan produksi Jepang"

Pacitan,JBM.co.id-Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini menembus Rp18.139,15 memunculkan kekhawatiran terhadap kenaikan harga suku cadang kendaraan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membebani biaya perawatan, terutama bagi kendaraan berusia tua yang lebih rentan mengalami kerusakan.

Namun, di tengah situasi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan memastikan layanan kegawatdaruratan tetap berjalan optimal. Seluruh armada ambulans yang beroperasi di 24 UPT Puskesmas dipastikan dalam kondisi layak dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala berarti yang mengganggu operasional kendaraan emergency. Menurutnya, setiap ambulans mendapatkan perawatan dan servis berkala untuk menjaga performa kendaraan tetap prima.

“Apapun alasannya, keselamatan itu hal yang utama,” ujar Daru usai mengikuti rapat bersama Sekretaris Daerah Pacitan, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, mayoritas ambulans yang digunakan di 24 UPT Puskesmas merupakan kendaraan produksi Jepang. Kondisi tersebut menjadi keuntungan tersendiri karena ketersediaan suku cadang masih relatif mudah diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan kendaraan dari negara lain, meski diakui terjadi kenaikan harga akibat melemahnya nilai tukar rupiah.

Untuk menjaga kualitas kendaraan, Dinas Kesehatan tetap mengutamakan perawatan di bengkel resmi. Kendati demikian, apabila menghadapi kendala tertentu, pihaknya juga memanfaatkan bengkel lain yang memenuhi standar kelayakan dan keselamatan.

“Ya kita upayakan untuk servis di bengkel resmi. Namun apabila ada kendala, sejumlah bengkel yang sesuai standar kelayakan juga ada. Yang terpenting, keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Dengan komitmen tersebut, Dinas Kesehatan Pacitan memastikan gejolak ekonomi dan kenaikan harga suku cadang tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kesehatan, khususnya layanan ambulans yang menjadi garda terdepan dalam penanganan kondisi darurat masyarakat.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button