BeritaDaerahPemerintahanPendidikanPolitikSosial

Di Tengah Riak Mekanisme Pilkada Nasional, Bupati Aji Memilih Jalan Teduh dan Kedepankan Persatuan

"Penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara. Tetapi harus dilakukan secara damai, berkeadilan, dan tetap menjunjung tinggi kerukunan. Jangan sampai perbedaan pandangan justru merusak persatuan"

Pacitan,JBM.co.id- Riak pro dan kontra terkait wacana pengembalian sistem pemilihan kepala daerah melalui mekanisme keterwakilan terus mengemuka di tingkat nasional. Menyikapi dinamika tersebut, Bupati Pacitan Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro mengambil sikap tegas namun meneduhkan.

Ia mengajak masyarakat tetap tenang, menjaga kedamaian, serta tidak larut dalam polarisasi perbedaan pandangan.

Bupati yang akrab disapa Mas Aji menekankan bahwa perbedaan sikap dan pendapat merupakan keniscayaan dalam demokrasi. Namun, menurutnya, demokrasi yang matang justru diukur dari kemampuan masyarakat menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.

“Penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara. Tetapi harus dilakukan secara damai, berkeadilan, dan tetap menjunjung tinggi kerukunan. Jangan sampai perbedaan pandangan justru merusak persatuan,” ujar Mas Aji, sebagaimana disampaikan melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pacitan, Luthfi Azza Azizah, Selasa (20/1/2026).

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa polemik mengenai sistem pilkada sejatinya berada dalam ranah kebijakan nasional. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki peran konstitusional untuk menunggu dan melaksanakan setiap keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sesuai peraturan perundang-undangan.

Kabag Prokopin Setda Pacitan, Lutfi Azza Azizah.
Kabag Prokopin Setda Pacitan, Lutfi Azza Azizah.

“Apakah pilkada dilaksanakan secara langsung atau melalui keterwakilan DPRD, semuanya diatur oleh undang-undang. Itu menjadi domain pemerintah pusat. Yang terpenting bagi daerah adalah menjaga stabilitas sosial agar pembangunan tetap berjalan,” pesannya.

Sikap yang diambil Mas Aji mencerminkan upaya menjaga Pacitan tetap berada pada jalur kondusif, tidak terombang-ambing oleh tarik-menarik kepentingan politik nasional. Di tengah dinamika yang menghangat, Bupati memilih menempatkan persatuan dan keteduhan sosial sebagai fondasi utama keberlanjutan pembangunan daerah.

Pernyataan Bupati Aji tersebut, sekaligus menjadi pesan moral bahwa perbedaan politik tidak seharusnya menggerus nilai kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan sosial masyarakat Pacitan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button