Di Tengah Gempuran Teknologi, Perpustakaan Pacitan Tetap Jadi Magnet Pelajar dan Mahasiswa
"Kemajuan teknologi tidak serta-merta menggerus ketertarikan masyarakat terhadap aktivitas membaca dan belajar"

Pacitan,JBM.co.id-Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi digital yang mengubah pola masyarakat dalam mengakses informasi, perpustakaan daerah masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Pacitan.
Minat baca, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa, terbilang tetap terjaga. Hal itu tercermin dari jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah Pacitan yang rata-rata mencapai 23 ribu orang setiap tahun.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pacitan, Amad Topan, yang akrab disapa Gus Mad, mengatakan angka kunjungan tersebut menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak serta-merta menggerus ketertarikan masyarakat terhadap aktivitas membaca dan belajar.
“Mayoritas memang pelajar dan mahasiswa. Artinya, di balik masifnya perkembangan teknologi, minat baca masyarakat masih cukup tinggi,” kata Gus Mad, Selasa (13/10).
Menurutnya, perpustakaan kini tak sekadar menjadi ruang untuk membaca buku, melainkan juga tempat bagi masyarakat untuk memperdalam pengetahuan, mencari referensi, hingga menyelesaikan berbagai kebutuhan akademis.
Bagi kalangan pelajar, perpustakaan menjadi ruang yang mendukung kegiatan belajar, mulai dari mengerjakan pekerjaan rumah (PR) hingga memperluas wawasan melalui beragam sumber bacaan. Sementara bagi mahasiswa, tempat ini menjadi salah satu rujukan untuk menelusuri literatur guna menunjang penyusunan tugas akhir.
Aktivitas akademis di perpustakaan bahkan tak berhenti pada jenjang pendidikan sekolah maupun sarjana. Sejumlah pengunjung juga memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk mendukung penyusunan tesis hingga disertasi.
“Kalau pelajar kebanyakan mengerjakan PR dan mahasiswa tengah mencari literasi untuk menyusun skripsi. Juga ada tesis atau bahkan disertasi,” jelasnya.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan masih memegang peranan penting dalam menunjang budaya belajar di tengah kemudahan akses informasi melalui perangkat digital. Kehadirannya menjadi ruang alternatif bagi masyarakat untuk belajar lebih fokus, menelusuri referensi, sekaligus mengembangkan pengetahuan.
Dengan rata-rata kunjungan mencapai puluhan ribu orang setiap tahun, Perpustakaan Daerah Pacitan menjadi salah satu ruang publik yang terus dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas literasi dan pendidikan.
Di tengah perubahan zaman, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan tetap menjadi ruang bertumbuhnya pengetahuan, tempat gagasan dirawat, dan jembatan bagi generasi muda untuk menapaki masa depan melalui budaya membaca dan belajar.(Red/yun).




