BeritaDaerahEkonomiPemerintahanPendidikanSosial

Deflasi Dalam Tekanan Harga Pangan, IPH Pacitan Turun -1,85 Persen di Awal April 2026

"Penurunan ini terutama disumbang oleh komoditas cabai rawit, daging sapi, dan daging ayam ras yang mengalami koreksi harga cukup signifikan"

Pacitan,JBM.co.id- Kinerja harga komoditas di Kabupaten Pacitan pada pekan pertama April 2026 menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data yang diolah dari BPS, Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat mengalami deflasi sebesar -1,85 persen, dipicu oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan strategis.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Pacitan, Ayub Setyo Budi, menjelaskan bahwa penurunan ini terutama disumbang oleh komoditas cabai rawit, daging sapi, dan daging ayam ras yang mengalami koreksi harga cukup signifikan.

“Deflasi minggu pertama April ini lebih banyak dipengaruhi oleh turunnya harga komoditas pangan utama, khususnya cabai rawit yang memberikan andil terbesar, diikuti daging sapi dan daging ayam ras,” ujar Ayub, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, secara posisi nasional, IPH Kabupaten Pacitan berada di peringkat ke-334, sementara di tingkat Provinsi Jawa Timur menempati urutan ke-18. Adapun di Pulau Jawa, Pacitan berada di posisi ke-63.

Meski terjadi deflasi mingguan, secara kumulatif pergerakan harga masih menunjukkan dinamika. Tercatat IPH tahunan (year on year/yoy) pada Maret 2026 sebesar -0,48 persen, IPH tahun kalender (year to date/ytd) sebesar 0,80 persen, dan IPH bulanan (month to month/mtm) Maret sebesar 1,28 persen.

Ayub menjelaskan bahwa pergerakan harga selama Januari hingga awal April 2026 memang fluktuatif. Pada Januari sempat terjadi deflasi cukup dalam, kemudian berbalik menjadi inflasi pada Februari dan Maret, sebelum kembali mengalami penurunan di awal April.

Dari sisi perkembangan harga komoditas, pada minggu pertama April terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, seperti minyak goreng, bawang merah, dan gula pasir. Sementara itu, komoditas seperti beras, minyakita, pisang, dan jeruk relatif stabil.

“Penurunan harga cukup terlihat pada daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, serta bawang putih jika dibandingkan rata-rata harga bulan Maret,” jelasnya.

Di tingkat Provinsi Jawa Timur, fenomena deflasi juga terjadi di sebagian besar daerah, dengan pola yang relatif serupa. Cabai rawit kembali menjadi komoditas dominan yang mendorong penurunan harga di banyak kabupaten/kota.

Ayub menegaskan bahwa kondisi ini tetap perlu diwaspadai, meskipun secara umum menunjukkan stabilitas pasokan yang baik.

“Kami terus melakukan pemantauan bersama tim pengendali inflasi daerah untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga, terutama menjelang periode hari besar keagamaan dan potensi peningkatan permintaan,” pungkasnya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button