BadungBaliBeritaDaerahPemerintahan

Anom Gumanti Hadiri Upacara Pecaruan Rsi Gana Mohon Doa Restu Jelang Puncak Karya di Mrajan Agung Arya Wang Bang Pinatih Kuta

Jbm.co.id-BADUNG | Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri pelaksanaan pecaruan Rsi Gana di Mrajan Agung Arya Wang Bang Pinatih, Banjar Temacun Kuta, Kecamatan Kuta, Badung, Minggu (13/9/2026).

Pecaruan Rsi Gana tersebut dipuput oleh Ida Rsi Agung Yoga Sidhi Bang Pinatih dari Griya Agung Wang Bang Pinatih Padangsambian Kaja, Denpasar.

Anom Gumanti yang juga dipercaya sebagai Pengrajeg Karya dan Pelingsir Arya Wang Bang Pinatih Temacun mengatakan pecaruan menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara Pedudusan Alit dan Ngenteg Linggih di Mrajan Agung.

Menurutnya, dalam pelaksanaan upacara tersebut dihaturkan dua jenis caru di lokasi berbeda. Pecaruan Rsi Gana dilaksanakan di natar Mrajan Agung, sedangkan pecaruan Wraspati Kalpa digelar di natar jero.

“Ada 2 caru yang dihaturkan, yakni di jeroan natar Mrajan dan jeroan natar jero. Hal ini dikarenakan di natar Mrajan Agung ini merupakan pancer (pusat) pasemetonan sareng sami, yang di sebut Jero Lingsir. Semua Penglisir berasal dari sini,” kata Anom Gumanti.

Lebih lanjut, Anom Gumanti menjelaskan, kedua pecaruan tersebut memiliki tujuan untuk membersihkan dan menyucikan seluruh kawasan Mrajan Agung maupun jeroan. Pecaruan Wraspati Kalpa di natar jero juga menggunakan hewan kurban gempong asu.

“Kenapa ada upacara pecaruan di natar Mrajan berupa pecaruan Rsi Gana dan di natar jero berupa pecaruan wraspati kalpa dengan hewan kurban gempong asu, berujuan untuk membersihkan dan mensucikan seluruh tempat baik di Mrajan Agung maupun di Jeroan,” kata Anom Gumanti.

Lebih jauh, Anom Gumanti menekankan makna pecaruan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ritual, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan secara niskala.

“Maknanya utamanya, untuk nyomia Butha-Butha ini, energi negative ini untuk kembali ke tempatnya asalnya, sehingga diperoleh vibrasi positif,” kata Anom Gumanti.

Anom Gumanti mengaku bersyukur seluruh rangkaian pecaruan dapat berjalan lancar. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para semeton dan warga yang bergotong royong mempersiapkan hingga melaksanakan upakara dan upacara.

Memasuki rangkaian berikutnya, Anom Gumanti mengajak seluruh semeton dan masyarakat memberikan dukungan serta doa restu agar puncak karya dapat berlangsung dengan baik.

“Saya meminta kepada semeton dan warga, dalam upacara-upacara selanjutnya, terlebih baru saja dilaksanakan pecaruan, dan nantinya pada Puncak Karya Pedudusan Alit dan Ngenteg Linggih pada Buda Umanis Prangbakat, 16 September 2026 mendatang. Saya sebagai Pengrajeg Karya dan Pelingsir Arya Wang Bang Pinatih Temacun, dengan sangat mohon doa restu dari seluruh masyarakat sehingga Upacara Pujawali dapat terlaksanakan dengan baik dan lancar serta paripurna,” pungkasnya.

Reporter: Ace Wiguna

Redaktur: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button