Alit Kelakan Desak Pertamina Bergerak Cepat Kerahkan 11.000 Kiloliter Pertalite Targetkan Antrean SPBU Bali Reda

Jbm.co.id-DENPASAR | Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Alit Kelakan mendesak Pertamina bergerak cepat mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali.
Hal tersebut mengemuka, Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Alit Kelakan, saat pertemuan dengan manajemen Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Bali di Kantor Pertamina Patra Niaga Denpasar, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, kesepakatan pengerahan pasokan darurat sekitar 11.500 kiloliter Pertalite dari Depot Sanggaran dan Integrated Terminal (IT) Manggis.
Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan stok, terutama di wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan yang mengalami antrean panjang kendaraan.
Alit Kelakan menegaskan, persoalan kelangkaan BBM tidak cukup ditangani dengan pernyataan, bahwa stok dalam kondisi aman.
Menurutnya, kondisi di lapangan harus menjadi dasar evaluasi dan penentuan langkah penanganan.
“Jangka pendek dan jangka panjang. Karena kan ini bukan sekali kejadian. Dan ini juga harus dijelaskan apa kendalanya. Artinya kenapa bisa begini? Ini kan situasi agak normal sebenarnya, tidak ada hujan, tidak ada badai, tidak ada hari raya, tidak ada tahun baru, tapi ini parah banget,” tegas Alit Kelakan membuka penjelasannya.
Alit Kelakan mengaku telah berkomunikasi secara intensif dengan pihak Pertamina selama tiga hingga empat hari terakhir untuk memantau ketersediaan BBM di Bali. Namun, kondisi yang dilaporkan tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.
“Makanya, saya sebenarnya sudah 3 hari, 4 hari terus komunikasi sama pihak Pertamina, Pak Alam, untuk ngecek terus di lapangan. Terus kita saling tik-tok-an gimana ketersediaan. Tapi, fakta lapangannya, di permukaan ‘aman, aman, aman’, tapi fakta lapangannya tidak aman. Nah, itulah makanya saya datang ke sini untuk jelas. Kita enggak bisa bicara angka, ‘stok aman’, tetapi fakta lapangannya bermasalah. Makanya saya tadi datang ke sini untuk ngecek secara teknis dan pemecahan masalah,” lanjutnya.
Pertalite 11.500 Kiloliter Dikerahkan
Berdasarkan pemetaan kebutuhan riil, konsumsi Pertalite masyarakat Bali mencapai sekitar 2.200 kiloliter per hari. Untuk mengatasi gangguan pasokan dalam satu hingga dua hari ke depan, Pertamina diminta mengoptimalkan seluruh armada distribusi yang tersedia.
Alit Kelakan merinci, Depot Sanggaran memiliki stok 1.200 kiloliter Pertalite dengan dukungan 27 kendaraan distribusi. Seluruh armada tersebut diminta segera mengirimkan BBM ke SPBU di Denpasar, Badung, dan Tabanan, terutama lokasi dengan antrean terpanjang.
“Tadi sudah jelas. Satu hari ini, untuk Pertalite dulu ya, Pertalite itu ada stok 1.200 kiloliter di Sanggaran. Ada kendaraan 27. Saya suruh tadi selaku Anggota DPR RI Komisi VI agar ini dikerahkan semua hari ini, yang stok 1.200 itu ke SPBU Badung, Denpasar, Tabanan, prioritas yang antreannya panjang,” ujarnya.
Sementara itu, IT Manggis memiliki pasokan 10.300 kiloliter dengan dukungan 74 kendaraan distribusi. Seluruh armada juga diminta beroperasi untuk mempercepat penyaluran Pertalite ke SPBU.
“Kemudian ada 10.300 di IT Manggis. Di IT Manggis ada kendaraan 74 kendaraan distribusi. Itu hari ini dikerahkan semua, jangan sampai menunggu waktu. Berarti kita sudah mengerahkan sekitar 11.000-an. Saya rasa 1-2 hari ini sudah tidak akan antre kalau ini dijalankan,” kata Politisi PDI Perjuangan tersebut.
Menurut Alit Kelakan, percepatan distribusi menjadi kunci agar pasokan yang tersedia dapat segera diterima masyarakat. Ia berharap pengerahan stok dan armada tersebut mampu mengurangi antrean dalam satu hingga dua hari.
Distribusi 24 Jam, Sanggaran Jadi Jalur Percepatan
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Bali, Alam Kanda Winali menegaskan pihaknya mengoperasikan armada mobil tangki dan depot selama 24 jam untuk mempercepat distribusi BBM.
Pertamina juga mengoptimalkan pasokan dari Depot Sanggaran, yang memiliki jarak lebih dekat ke wilayah Denpasar dan Badung dibandingkan pengiriman dari IT Manggis.
“Armada mobil tangki ini sudah kita operasikan full 24 jam. Depot kami juga beroperasi 24 jam. Kebutuhan inilah yang sedang kami upayakan untuk segera kita tambah pasokan supply-nya. Dan ini ada kapal di Sanggaran masuk, ini nanti akan menambah supply untuk percepatan di Denpasar dan Badung,” kata Mas Alam.
Mas Alam menjelaskan, sebelumnya wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan lebih banyak mengandalkan pasokan dari IT Manggis. Dengan optimalisasi Depot Sanggaran, penyaluran kini dapat dilakukan melalui dua jalur distribusi untuk mempercepat pengisian stok SPBU.
“Jadi, untuk daerah prioritas utama (Denpasar, Badung, Tabanan) yang semula sebelumnya hanya dari Manggis saja, sekarang nanti daerah ini dua depot: Manggis dan Sanggaran untuk mempercepat. Kenapa Sanggaran ini sangat efektif? Karena jaraknya dekat posisinya, tidak jauh seperti Manggis,” terangnya.
Pertamina berharap tambahan pasokan dari Sanggaran dapat mempercepat pemulihan stok di SPBU, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan Pertalite.
Tambahan 29.000 Kiloliter Dijadwalkan Masuk
Selain mengerahkan stok darurat, Pertamina juga menjadwalkan kedatangan tambahan pasokan Pertalite untuk menjaga kestabilan distribusi dalam jangka menengah.
Alit Kelakan menyebut tambahan pasokan dijadwalkan masuk secara bertahap pada Kamis (15/10/2026) dan Sabtu (17/10/2026), dengan total yang disebut mencapai 29.000 kiloliter.
“Kita tidak bicara hari ini besok, 2 hari lagi 3 hari jangan sampai masalah lagi. Tadi dari pihak Pertamina akan datang untuk Pertalite dulu ya, hari Kamis dan Sabtu. Hari Kamis di Sanggaran jumlahnya 3.000, yang di IT Manggis 26.000. Itu satu datang. Kemudian Kamis 2 hari lagi di Sanggaran 3.000. Saya kasih tahu untuk Pertalite ini gempur, langsung kerahkan!,” ungkap Alit Kelakan.
Alit Kelakan menekankan, penanganan kelangkaan Pertalite harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya untuk mengurai antrean dalam waktu singkat. Pasokan tambahan dan evaluasi distribusi diharapkan dapat mencegah persoalan serupa kembali terjadi di Bali.
Dengan pengerahan pasokan darurat, pengoperasian depot selama 24 jam, serta kedatangan tambahan BBM, Pertamina diharapkan mampu memastikan kebutuhan energi masyarakat Bali kembali terpenuhi.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna




