60 Anggota Sispala SMAN 1 Kuta Belajar Survival hingga Tanam 100 Bibit Jelajahi Desa Wisata Lemukih

Jbm.co.id-BADUNG | 60 anggota Siswa Pecinta Alam (Sispala) Wira Satya Mandala SMA Negeri 1 Kuta menggelar aksi pelestarian lingkungan di Desa Wisata Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, Sabtu-Minggu (3-4/10/2026).
Mereka mengemas kegiatan tersebut melalui edukasi pelestarian alam, pelatihan bertahan hidup (survival) hingga promosi desa wisata.
Menariknya, para siswa dari kelas X hingga XII terlibat langsung dalam kegiatan lingkungan, sekaligus membangun kekompakan lintas angkatan.
Salah satu kegiatan utama, yakni penanaman bibit pohon sirsak dan nangka di kawasan Tirta Bhuana Waterfall dan Lemukih Eco Village.

Aksi penghijauan itu terlaksana melalui kolaborasi dengan BPDAS Unda Anyar Kementerian Kehutanan RI yang menyalurkan bantuan sebanyak 100 bibit tanaman produktif.
Ketua Umum Sispala Wira Satya Mandala, Komang Charissa Maharani menyebutkan kegiatan tersebut menjadi upaya mengembalikan alam sebagai ruang belajar bagi generasi muda.
“Bagi kami, alam bukan hanya tempat untuk melakukan kegiatan, tetapi juga tempat untuk belajar. Kami ingin teman-teman bisa merasakan langsung bagaimana bekerja sama, menjaga lingkungan, dan menikmati kebersamaan tanpa harus bergantung pada fasilitas yang berlebihan,” kata Charissa.
Selain penghijauan, para siswa juga mendapat pelatihan survival. Mereka mempraktikkan cara membuat api, meracik parafin dari barang bekas di sekitar, hingga memasak menggunakan peralatan dan bahan seadanya.
Kondisi tersebut mendorong para peserta untuk berpikir kreatif, bekerja sama, serta mencari solusi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di alam.
Ketua Panitia Kegiatan, Jro Ayu Chandra Dewi mengatakan interaksi lintas angkatan menjadi bagian penting dalam kegiatan kepencintaalaman.
“Keterlibatan peserta dari berbagai angkatan memberikan ruang untuk membangun hubungan yang solid. Proses belajar di Sispala tidak hanya dari materi, tetapi menetes lewat pengalaman dan interaksi antaranggota di lapangan,” kata Chandra Dewi.
Malam Keakraban di Lemukih
Memasuki malam hari, mereka melanjutkan kegiatan dengan pentas seni dan malam keakraban. Para siswa berkumpul mengelilingi api unggun sembari menikmati suasana pedesaan Lemukih.
Lokasi Lemukih Eco Village berada di kawasan sejuk memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta. Dari lokasi kegiatan, peserta juga dapat menikmati pemandangan langit malam serta siluet lampu Kota Singaraja dari kejauhan.
Pada hari kedua, kegiatan diisi dengan senam pagi, fun games untuk meningkatkan kekompakan, serta pembuatan konten digital.
Konten tersebut sekaligus menjadi sarana kampanye siswa untuk memperkenalkan potensi dan pesona Desa Wisata Lemukih kepada masyarakat melalui platform digital.
Pembina Sispala Wira Satya Mandala, Ida Bagus Narayana menilai ruang ekowisata seperti Lemukih Eco Village dapat menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengembangan kreativitas generasi muda.
“Bagi generasi muda, promosi destinasi wisata paling efektif tidak dilakukan sekadar melalui informasi brosur, tetapi melalui pengalaman empiris yang kemudian mereka ceritakan dan bagikan kembali di ruang digital,” kata pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Warmadewa Denpasar yang akrab disapa Gus Yana tersebut.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari fasilitas Lemukih Eco Village, dukungan dana dari Desa Adat Legian, hingga penyediaan tenda dari komunitas Camping di Bali.
Gus Yana berharap kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan pelestarian lingkungan dan promosi desa wisata dapat terus dilanjutkan.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar SMAN 1 Kuta tidak hanya mendapatkan pengalaman beraktivitas di alam, tetapi juga diajak memahami bahwa menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan nyata dari generasi muda.
Pewarta: Andre
Editor: Putu Wiguna




