Meracik Kopi, Merajut Sinergi: Festival Kopi Pacitan 2026 Digelar 8–9 Oktober
"Mengusung tema “Meracik Kopi, Merajut Sinergi”, festival ini tidak sekadar menyuguhkan kopi"

Pacitan,JBM.co.id-Aroma kopi bakal memenuhi kawasan PLUT KUMKM Pacitan pada 8–9 Oktober 2026. Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian menggelar Festival Kopi Pacitan 2026 sebagai ruang bertemunya pelaku usaha, pegiat kopi, komunitas, pemerintah, dan masyarakat.
Mengusung tema “Meracik Kopi, Merajut Sinergi”, festival ini tidak sekadar menyuguhkan kopi. Rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkenalkan potensi kopi Pacitan, memperkuat jejaring pelaku usaha, sekaligus membuka ruang kreativitas bagi generasi muda.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Pacitan, Muhammad Ali Mustofa, mengatakan festival tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong ekosistem kopi di Pacitan agar semakin berkembang.
Menurutnya, kopi memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari penguatan ekonomi daerah. Karena itu, Festival Kopi Pacitan 2026 dikemas dengan berbagai kegiatan yang memadukan unsur kompetisi, promosi produk UMKM, edukasi, hiburan, hingga diskusi.
“Festival ini bukan hanya tentang menikmati kopi, tetapi bagaimana kita meracik kopi sekaligus merajut sinergi. Kami ingin mempertemukan para pelaku kopi, UMKM, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam satu ruang,” ujar Muhammad Ali Mustofa, Senin (5/10).
Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi sejumlah agenda utama. Di antaranya Pacitan Fun Brewing Competition, Acous-Teen Competition, bazar UMKM dan pameran kopi, hingga Brew Battle antar-Kepala OPD se-Kabupaten Pacitan.
Pada Kamis, 8 Oktober 2026, rangkaian kegiatan diawali dengan babak penyisihan Pacitan Fun Brewing Competition yang berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB. Malam harinya, mulai pukul 19.00–22.00 WIB, panggung festival diisi Acous-Teen Competition.
Memasuki hari kedua, Jumat, 9 Oktober 2026, kemeriahan berlanjut dengan Brew Battle antar-Kepala OPD se-Kabupaten Pacitan pada pukul 08.00–11.00 WIB.
Sore harinya, Acous-Teen Competition kembali digelar pada pukul 15.00–17.00 WIB. Persaingan para peserta Pacitan Fun Brewing Competition kemudian mencapai puncaknya melalui grand final yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 WIB.
Salah satu agenda yang menjadi daya tarik festival adalah Festival Seduh 1.000 Cup Kopi Pacitan Gratis. Ribuan sajian kopi tersebut akan dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk ajakan untuk mengenal sekaligus menikmati cita rasa kopi Pacitan.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya datang sebagai penonton. Mereka bisa ikut merasakan, mengenal, dan mengapresiasi kopi Pacitan serta produk-produk UMKM yang ada,” kata Ali.
Malam puncak Festival Kopi Pacitan 2026 juga akan diisi Ceremony Festival Kopi Pacitan 2026 pada pukul 19.00–20.00 WIB. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Rembug Kopi Pacitan yang mengangkat tema “Menyatukan Rasa, Meracik Masa Depan Kopi Pacitan”.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan mengenai masa depan komoditas kopi Pacitan, mulai dari pengembangan produk, penguatan pelaku usaha, hingga peluang memperluas pasar.
Festival juga menghadirkan Larka Riyanto, content creator sekaligus pegiat kopi, sebagai special guest. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan perspektif sekaligus inspirasi bagi pelaku kopi dan generasi muda yang ingin terjun dalam industri kreatif berbasis kopi.
Selain berbagai agenda utama, suasana festival akan semakin semarak dengan live music, bazar UMKM, serta pameran kopi. Dengan kemasan tersebut, Festival Kopi Pacitan 2026 diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus pertemuan yang memperkuat rantai ekosistem kopi daerah.
Kopi bukan sekadar minuman yang diseduh dan dinikmati. Di balik secangkir kopi terdapat kerja petani, kreativitas peracik, geliat UMKM, dan peluang ekonomi yang dapat dirajut menjadi kekuatan bersama.
Melalui Festival Kopi Pacitan 2026, semangat itu hendak ditegaskan: menyatukan rasa hari ini, untuk meracik masa depan kopi Pacitan.(Red/yun).




