BadungBaliBeritaDaerahPemerintahanPendidikanPolitik

KPU dan Pramuka Badung Deklarasikan Pemilih Cerdas Siapkan Generasi Muda Kawal Demokrasi 2029

Jbm.co.id-BADUNG | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Badung memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan Youth Democracy Camp di Pondok Jaka, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Sabtu hingga Minggu, 20-21 Juni 2026.

Mengusung tema “Pramuka Badung Berkarakter: Menuju Generasi Muda yang Demokratis, Cerdas, dan Berintegritas”, kegiatan ini diikuti 60 peserta perwakilan Kwartir Ranting se-Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi kepemiluan sekaligus wadah membangun kesadaran politik bagi calon pemilih muda.

Kegiatan Youth Democracy Camp turut dihadiri Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Badung, jajaran Kwarcab Kabupaten Badung, perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, serta jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Badung.

Ketua KPU Kabupaten Badung I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra menyampaikan bahwa gerakan pramuka menjadi ruang strategis untuk melahirkan gagasan baru dalam bidang kepemiluan.

“Pramuka adalah tempat anak muda berkarya, dan dari sanalah terobosan-terobosan baru terkait kepemiluan bisa lahir. Itu sebabnya kami menggagas Youth Democracy Camp ini, untuk menampung potensi tersebut,” ujarnya saat membuka acara.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan mengapresiasi langkah KPU Kabupaten Badung yang melibatkan generasi muda dalam memperkuat pemahaman demokrasi.

Menurutnya, nilai-nilai kepramukaan seperti kemandirian, disiplin, dan integritas menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menjaga demokrasi.

“Pramuka mengajarkan kemandirian, disiplin, dan integritas. Saya yakin adik-adik pramuka, dengan bekal pendidikan kepramukaan ini, mampu mengawal demokrasi ke depan, baik sebagai penyelenggara pemilu maupun sebagai pemimpin bangsa,” kata Lidartawan.

Ketua Kwarcab Kabupaten Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H. menilai kerja sama antara KPU dan Pramuka menjadi langkah penting dalam memberikan pembekalan demokrasi serta kepemimpinan kepada generasi muda.

Ia menyebut peserta yang saat ini berusia sekitar 16 hingga 17 tahun akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Karena itu, pemahaman politik dan demokrasi perlu diberikan sejak dini.

“Pada 2029, adik-adik yang rata-rata berusia 16 sampai 17 tahun ini akan menjadi pemilih pemula dan pelaku politik. Mereka perlu pembekalan dan pendalaman ilmu politik agar menjadi pemilih cerdas, sebab pemilih yang tidak memahami makna demokrasi sejatinya adalah pemilih yang kosong,” ujarnya.

Suiasa juga mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kehidupan demokrasi agar tidak muncul sikap apatis terhadap proses politik.

“Kalau generasi muda apatis, skeptis, dan alergi pada hak berdemokrasi, kita gagal bernegara. Semua kebijakan dan tatanan kehidupan, termasuk harga kebutuhan pokok, lahir dari keputusan politik,” tegasnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, KPU Kabupaten Badung dan Kwarcab Kabupaten Badung melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta deklarasi komitmen bersama “Pramuka Pelopor Pemilih Cerdas”.

Komitmen tersebut juga menegaskan peran aktif dalam Satuan Karya Pramuka Rintisan Nayakottama Prayojana. Acara ditandai dengan penyematan tanda peserta dan pin “Pemilih Cerdas” kepada perwakilan peserta.

Selain pembekalan demokrasi, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan kreatif seperti dinamika kelompok, apel regu dan yel-yel kepemiluan, lomba pionering tempat pemungutan suara (TPS), hingga sesi “Ngerujak Pedas” atau Ngerumpi Mengajak Pemilih Cerdas.

Melalui pendekatan yang dekat dengan dunia kepramukaan, KPU dan Kwarcab Badung berharap nilai demokrasi, integritas, dan kesadaran sebagai pemilih dapat tumbuh kuat di kalangan generasi muda. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button