BeritaDaerahKesehatanLalu LintasPemerintahanPendidikanPolitikSosial

Ambulance: Bukan Sekadar “Angkutan Mayat Butuh Jalan Cepat”, Melainkan Penyelamat Kehidupan

"Ambulans merupakan sarana penting dalam pelayanan kesehatan yang dirancang untuk memberikan pertolongan dan transportasi bagi pasien yang mengalami kondisi sakit, cedera, maupun keadaan gawat darurat"

Pacitan,JBM.co.id-Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas yang padat, suara sirene ambulans kerap memecah kesibukan jalanan. Namun, masih ada sebagian masyarakat yang mengartikan ambulance sebagai singkatan dari “Angkutan Mayat Butuh Jalan Cepat”. Ungkapan tersebut memang telah lama beredar dan menjadi bagian dari pemahaman populer di tengah masyarakat. Padahal, makna dan fungsi ambulans jauh lebih luas daripada sekadar kendaraan pengangkut jenazah.

Direktur RSUD dr Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto mengatakan, ambulans merupakan sarana penting dalam pelayanan kesehatan yang dirancang untuk memberikan pertolongan dan transportasi bagi pasien yang mengalami kondisi sakit, cedera, maupun keadaan gawat darurat.

“Di dalamnya tersedia berbagai peralatan medis yang memungkinkan tenaga kesehatan memberikan tindakan penyelamatan sejak pasien masih dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan,” katanya, Rabu (17/6/2026).

Dia menjelaskan, setiap kali sirene ambulans berbunyi, tidak ada yang dapat memastikan siapa yang sedang berada di dalamnya. Bisa jadi seorang korban kecelakaan yang membutuhkan penanganan cepat, pasien serangan jantung yang sedang berpacu dengan waktu, ibu hamil yang akan melahirkan, atau seseorang yang mengalami kondisi kritis lainnya. Dalam situasi seperti itu, setiap detik memiliki nilai yang sangat berharga. “Kelancaran perjalanan ambulans dapat menjadi penentu antara keselamatan dan kehilangan nyawa,” tegasnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Johan menegaskan, memang benar, ambulans juga digunakan untuk mengangkut jenazah. Namun, fungsi tersebut hanyalah salah satu bagian dari tugasnya. “Peran utama ambulans adalah menjadi jembatan penyelamat yang menghubungkan pasien dengan pelayanan medis yang dibutuhkan secepat mungkin. Karena itu, keberadaan ambulans di jalan raya seharusnya mendapat prioritas dari pengguna jalan lainnya,” tutur dia.

Kesadaran masyarakat untuk memberikan jalan bagi ambulans bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, tetapi juga wujud kepedulian terhadap sesama. Saat sebuah ambulans melintas dengan sirene dan lampu isyarat menyala, di dalamnya mungkin ada seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya.

Johan kembali menegaskan bahwa, lebih dari sekadar kendaraan, ambulans adalah simbol harapan. Di balik deru mesinnya, tersimpan upaya penyelamatan, dedikasi tenaga medis, dan harapan keluarga yang menanti kabar baik. Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat memandang ambulans bukan sebagai “angkutan mayat”, melainkan sebagai kendaraan kemanusiaan yang membawa misi mulia: menyelamatkan kehidupan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button