Masuk Bursa Calon Sekda Pacitan, Chuznul Faozi: Jabatan Itu Amanah Besar dan Penuh Tanggung Jawab
"Jabatan Sekda bukan sekadar posisi prestisius, melainkan amanah besar dengan tanggung jawab yang tidak ringan"

Pacitan,JBM.co.id- Nama Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Pacitan, Mochamad Chuznul Faozi, mulai santer disebut masuk dalam bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan. Menanggapi hal tersebut, Chuznul memilih bersikap bijak dan menekankan bahwa jabatan Sekda bukan sekadar posisi prestisius, melainkan amanah besar dengan tanggung jawab yang tidak ringan.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2026), pejabat alumni Sekolah Tinggi Kepamongprajaan (STPDN) itu mengungkapkan bahwa seorang Sekda memegang peran strategis sebagai pimpinan tertinggi birokrasi di daerah.
“Pekerjaan seorang Sekda tidak ringan, Mas (wartawan). Sebab itu merupakan jabatan tertinggi dalam birokrasi. Tanggung jawabnya besar, baik kepada pimpinan, kepada jajaran di bawahnya, maupun kepada seluruh pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.
Di tengah mencuatnya namanya dalam bursa calon Sekda, Chuznul mengaku lebih memilih mensyukuri amanah yang saat ini diembannya sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama. Menurutnya, pada usia yang masih relatif muda, kesempatan menduduki jabatan strategis saat ini merupakan karunia yang patut disyukuri.
“Syukur itu paling mendasar. Jabatan yang saya emban saat ini saja sudah merupakan anugerah yang luar biasa dari Allah SWT,” tegasnya.
Lebih jauh, Chuznul juga mengingat pesan dan filosofi yang pernah disampaikan Sekda Pacitan saat ini, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro. Filosofi tersebut, menurutnya, menjadi pegangan penting bagi seorang pemimpin birokrasi dalam menjalankan tugas.
“Beliau pernah menyampaikan bahwa seorang top manager birokrasi harus mampu mikul dhuwur mendhem jero. Filosofi itu sangat dalam maknanya dan menjadi pedoman dalam bekerja,” katanya.
Selama mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN), Chuznul menegaskan dirinya selalu berusaha bekerja secara profesional tanpa membeda-bedakan pihak tertentu. Baginya, yang terpenting adalah memberikan kinerja terbaik, mengamankan kebijakan pimpinan, serta menjaga perhatian dan kepedulian kepada bawahan.
“Insyaallah selama menjadi ASN, saya tidak pernah melakukan dikotomi. Yang terpenting bagaimana memberikan yang terbaik kepada pimpinan, mengamankan kebijakan, dan selalu perhatian kepada bawahan,” tandasnya.
Sikap rendah hati dan penuh rasa syukur tersebut menjadi cerminan komitmen Chuznul dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik, di tengah berbagai dinamika dan harapan yang mengiringi proses pengisian jabatan Sekda Kabupaten Pacitan.(Red/yun).




