BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSosial

“Dunia Ladang Ujian, Bukan Tempat Balasan”. KH Mahmud Mengulas Hikmah Dawuh Gus Baha

"Dunia tidak diciptakan sebagai panggung kemewahan semata, melainkan arena ujian bagi setiap manusia "

Pacitan,JBM.co.id-Seorang pendakwah, KH Mahmud, mengingatkan umat agar tidak salah memahami hakikat kehidupan dunia.

Ia, mengutip dawuh dari ulama kharismatik Indonesia, Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab dikenal Gus Baha, bahwa dunia bukanlah tempat menerima balasan akhir dari amal manusia.

Menurut KH Mahmud, banyak orang merasa gelisah ketika melihat ketidakadilan di dunia, orang baik kadang hidup susah, sementara orang yang berbuat salah justru tampak menikmati kemewahan. Padahal, kata dia, jika memahami dawuh para ulama, hal itu justru menunjukkan bahwa dunia memang bukan tempat pembalasan.

“Dunia ini bukan tempat balasan, tetapi ladang ujian,” ujar KH Mahmud, Selasa (10/3/2026). Ia menegaskan bahwa kehidupan di dunia hanyalah fase pendidikan bagi manusia untuk membangun kesabaran, keikhlasan, dan kerendahan hati.

Pendakwah yang juga menjabat sebagai Inspektur di Inspektorat Pacitan ini menyebut, bahwa dunia tidak diciptakan sebagai panggung kemewahan semata, melainkan arena ujian bagi setiap manusia. Orang yang berada di atas diuji agar tidak terjerumus dalam kesombongan, sedangkan orang yang berada di bawah diuji agar tidak tenggelam dalam keputusasaan.

“Orang yang diberi kekayaan diuji apakah ia tetap rendah hati. Sementara orang yang sedang kekurangan diuji apakah ia tetap sabar dan tidak kehilangan harapan,” jelasnya.

Mantan Ketua PCNU Pacitan ini menambahkan, pemahaman ini penting agar manusia tidak menjadikan dunia sebagai ukuran utama keberhasilan hidup. Sebab, menurut ajaran para ulama, balasan sejati atas segala amal manusia akan diberikan di kehidupan akhirat.

Dengan memahami filosofi tersebut, KH Mahmud mengajak masyarakat untuk menjalani hidup dengan sikap yang lebih bijak: tidak sombong ketika berhasil dan tidak putus asa ketika menghadapi kesulitan.

“Jika kita sadar bahwa dunia hanyalah ladang ujian, maka kita akan lebih mudah bersyukur saat lapang dan bersabar saat sempit,” tutupnya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button