Pendakwah Kondang KH Mahmud Tegaskan: Ibadah Bukan Tentang Kesempurnaan, Tapi Ketulusan Hati
"Masyarakat agar tidak terjebak pada pemikiran yang justru menjauhkan diri dari ibadah"

Pacitan,JBM.co.id-Pendakwah kondang KH Mahmud kembali menyampaikan pesan keagamaan yang menyentuh hati. Ia menekankan bahwa ibadah, khususnya salat, tidak harus menunggu kondisi sempurna seperti khusyuk sepenuhnya.
Mengutip pandangan ulama karismatik Gus Baha, KH Mahmud mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada pemikiran yang justru menjauhkan diri dari ibadah.
“Kalau ada mubaligh mengatakan ‘buat apa salat kalau tidak khusyuk’, maka jangan didengarkan,” tegasnya, Jum’at (20/3/2026).
Menurutnya, keinginan manusia untuk menjadi sempurna sebelum mendekat kepada Allah justru bisa menjadi bentuk keangkuhan yang tidak disadari.
Ia menjelaskan bahwa hakikat ibadah adalah proses mendekatkan diri kepada Tuhan dengan segala keterbatasan yang dimiliki manusia. Tidak ada manusia yang benar-benar sempurna dalam menjalankan ibadahnya, namun hal itu bukan alasan untuk meninggalkannya.
Mantan Ketua PCNU Pacitan ini juga menambahkan bahwa Allah justru menyukai hamba-Nya yang datang dengan penuh kerendahan hati, membawa segala persoalan dan kelemahan hidupnya.
“Datanglah kepada Allah meskipun dengan merangkak dan terseok-seok. Itu jauh lebih baik daripada tidak datang sama sekali,” ujarnya.
Dengan gaya penyampaian yang sederhana namun mendalam, KH Mahmud mengajak umat untuk terus menjaga hubungan dengan Allah tanpa harus menunggu menjadi sempurna terlebih dahulu.(Red/yun).



