BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSosial

KH Mahmud Mengulas Pesan Gus Baha: Ibadah yang Paling Dicintai Allah adalah Membantu Sesama

"Esensi ibadah dalam Islam tidak hanya terletak pada banyaknya ritual, tetapi juga pada manfaat yang dirasakan orang lain"

Pacitan,JBM.co.id-Pendakwah KH Mahmud menyampaikan ulasan mendalam mengenai pesan spiritual yang sering disampaikan oleh ulama kharismatik Gus Baha atau Ahmad Bahauddin Nursalim.

KH Mahmud menegaskan bahwa esensi ibadah dalam Islam tidak hanya terletak pada banyaknya ritual, tetapi juga pada manfaat yang dirasakan orang lain.

Menurutnya, pesan Gus Baha yang berbunyi “Ibadah yang paling disukai Allah bukan rajinnya shalatmu, bukan rajinnya puasamu, bukan banyaknya zikir dan khatam Al-Qur’anmu, tetapi membantu dan membahagiakan orang lain dengan sedekahmu” mengandung makna yang sangat dalam.

KH Mahmud menjelaskan bahwa ibadah ritual seperti salat, puasa, zikir, dan membaca Al-Qur’an memang merupakan kewajiban dan amalan utama seorang muslim. Namun, semua itu harus melahirkan akhlak sosial yang baik, yaitu kepedulian terhadap sesama manusia.

“Kalau ibadah kita hanya berhenti pada diri sendiri, sementara tetangga kita kelaparan, orang lain kesusahan, itu berarti nilai ibadah kita belum sempurna,” ujar KH Mahmud, Ahad (8/3/2026).

Ia menambahkan bahwa sedekah bukan hanya soal memberi uang, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain. Membantu orang yang kesulitan, meringankan beban tetangga, hingga sekadar membuat orang lain tersenyum juga termasuk bentuk sedekah yang sangat dicintai Allah.

KH Mahmud juga menekankan bahwa ajaran ini sejalan dengan banyak hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Menurutnya, pesan yang disampaikan Gus Baha menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak hanya mengejar kuantitas ibadah, tetapi juga kualitas hubungan sosial. Ibadah yang baik harus melahirkan empati, kepedulian, dan semangat berbagi.

“Sedekah yang membuat orang lain bahagia sering kali lebih berat daripada sekadar memperbanyak ibadah pribadi, karena di situ ada keikhlasan, pengorbanan, dan rasa cinta kepada sesama,” jelasnya.

KH Mahmud berharap masyarakat semakin memahami bahwa inti ajaran Islam adalah rahmat bagi sesama. Ibadah tidak hanya mendekatkan manusia kepada Allah, tetapi juga mendekatkan manusia dengan manusia lainnya.

Semangat berbagi dan membantu sesama diharapkan menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat, sehingga nilai-nilai Islam benar-benar terasa dalam kehidupan sosial sehari-hari.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button